PELAJARAN KE-2

TENTANG MATAN

1.  Al Hadist : Setiap yang disandarkan kepada Nabi صلى الله عليه وسلم, baik berupa perkataan atau perbuatan atau penetapan/ persetujuan (taqrir) atau sifat beliau.

Yang dimaksud dengan taqrir : adanya suatu perbuatan yang dilakukan atau perkataan yang diucapkan di hadapan beliau, atau yang diberitahukan kepada beliau dan beliau tidak mengingkarinya.

Yang dimaksud dengan sifat : yaitu sifat bentuk tubuh Nabi صلى الله عليه وسلم sebagaimana di dalam hadist al Barra’ “Rasulullah صلى الله عليه وسلم adalah manusia yang paling baik wajahnya, paling baik bentuk tubuhnya, tidak terlalu tinggi dan tidak pula pendek” (Muslim : 2337). Juga sifat-sifat kepribadian Nabi صلى الله عليه وسلم sebagaimana di dalam hadist Anas “Rasulullah صلى الله عليه وسلم adalah manusia yang paling baik akhlaknya” (Muslim : 2310)

2.  Al Khabar : secara umum semakna dengan pengertian al Hadist. Dapat pula bermakna lebih umum/ lebih luas dari al Hadist.

3.  Al Atsar : secara umum dimaksudkan dengan hadist Nabi صلى الله عليه وسلم. Dapat pula bermakna setiap perkataan dan perbuatan Sahabat dan Tabi’in.

4.   As Sunnah

Menurut ahli hadist dan ahli ushul, as Sunnah adalah setiap sesuatu yang bersumber dari Nabi صلى الله عليه وسلم, baik berupa perkataan, perbuatan atau persetujuan.

Menurut ulama fiqh, as Sunnah adalah setiap hukum yang telah pasti dari Nabi صلى الله عليه وسلم namun tidak mencapai derajat wajib. Sedangkan menurut ulama pemberi nasihat, as Sunnah berarti lawan dari bid’ah.

5.  Al Marfu’ : ada dua macam

a.  Sharih : yaitu hadist yang disandarkan kepada Nabi صلى الله عليه وسلم, baik berupa perkataan, perbuatan atau persetujuan secara jelas/ nyata.

b.  Ghairu sharih : yaitu perkataan atau perbuatan sahabat Nabi yang tidak memungkinkan di dalamnya terdapat ra’yu atau ijtihad; seperti misalnya kabar/berita tentang hal-hal yang telah lampau atau yang akan datang. Contoh lain seperti penyebutan besarnya pahala atau siksaan tertentu bagi pelaku sebuah amalan tertentu. Jenis ini disebut pula dengan marfu’an hukmiyan (marfu’ secara hukum).

6.  Al Mauquf : yaitu setiap hadist yang disandarkan kepada perkataan atau perbuatan sahabat, baik dengan sanad bersambung maupun terputus.

7.  Al Maqthu’ : setiap yang disandarkan kepada perkataan atau perbuatan tabi’in dan selainnya, baik dengan sanad bersambung maupun terputus.

8.  Muttafaq ‘alaih : yaitu hadist yang disepakati kesahihannya oleh Bukhari dan Muslim di dalam kedua kitab sahih mereka.

9.   Al Musnad : yaitu hadist marfu’ yang bersambung sanadnya.

10. Al Hadist al Qudsi : yaitu setiap yang diriwayatkan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم dari Rabbnya selain al Quran, baik secara lafadz maupun maknanya.

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s