Beberapa tahun belakangan ini, penggunaan material baja ringan semakin marak saja. Mulai dari perumahan, perkantoran hingga rumah sakit dan tempat-tempat publik lainnya memakai aplikasi baja ringan, khususnya untuk rangka atapnya. Meskipun material ini dapat dipakai untuk penggunaan lain, seperti rangka plafond, rangka dinding, rangka lantai dan lain-lain, namun penggunaannya masih belum dikenal luas di Indonesia.
Di bawah ini adalah beberapa pertanyaan yang mungkin sering diajukan oleh para calon konsumen rangka atap baja ringan disertai jawaban sederhana. Sebagiannya saya ambil dari http://www.lysaghtsmarthome.com/ dengan beberapa perubahan dan penambahan yang dirasa perlu.

1. Apa komposisi material baja ringan?

Pada umumnya, bahan baku baja ringan adalah baja G550 Mpa. Lapis anti karatnya adalah lapis Zincalume® dengan komposisi 55% aluminium, 43,5% seng dan 1,5% silicon alloy, mempunyai ketahanan yang superior terhadap korosi air garam hingga 4 kali dibandingkan dengan baja lapis galvanis. Namun kurang tahan terhadap korosi adukan semen dibanding galvanis.

2. Apa yang dimaksud dengan G 550 ?

Baja G550 adalah baja mutu tinggi dengan standar high tensile strength 550 Mpa (5500 kg/cm2). Kekuatan ini merupakan elemen dasar untuk kekuatan tarik baja ringan saat ini. Dengan kekuatan minimum G550, baja ringan tersebut memiliki kekuatan leleh minimum 550 Mpa dan tegangan maksimum 550 MPa. Dibuktikan dalam uji laboratorium tidak boleh putus saat ditarik dengan kekuatan 500 Mpa. Selain itu, baja tersebut juga memiliki modulus geser 80.000 MPa dan modulus elastisitasnya 200.000 Mpa.

3. Apakah perhitungan struktur baja ringan bisa memakai sembarang software analisa struktur?

Sistem rangka baja ringan seharusnya dihitung dengan menggunakan software khusus. Dikarenakan sistem ini dan material penyusunnya sedikit berbeda dibandingkan dengan sistem baja konvensional. Memakai sembarang software akan menyebabkan kekurangakuratan input dan output yang dihasilkan. Hal ini akan berpengaruh terhadap kualitas sistem yang terpasang di lapangan.
Sebagai informasi, beberapa pemain besar rangka baja ringan di Indonesia sudah memakai software khusus untuk perhitungan analisa struktur dan output shop drawingnya.

4. Apa saja yang mempengaruhi harga rangka baja ringan ini?

Di antara hal-hal yang akan mempengaruhi harga dan kebutuhan material rangka baja ringan adalah sebagai berikut :
a. Lapis anti karat (coating)
b. Profil material penyusun (tebal, tinggi, bentuk dll)
c. Perhitungan software
d. Bentuk dan tingkat kerumitan atap
e. Bentang bebas (free span) rangka atap
f. Pembebanan yang diterapkan (jenis penutup atap, plafond, insulasi dll)
g. Akurasi pemasangan
h. kredibilitas garansi

5. Apakah beresiko dengan membeli baja ringan batangan?

Tentu saja beresiko, karena tidak ada gambar acuan untuk pemasangan, selain tidak adanya perhitungan struktur yang akan mendukung kekuatan sistem terpasang.

6. Selain Zincalume®, adakah jenis coating yang lain pada baja ringan?

Ya, yaitu Galvanis. Galvanis umumnya dikembangkan berdasarkan konsep pelapisan (barrier protection), yaitu melapisi baja dengan material logam lain yang sangat tahan terhadap korosi, namun ada juga yang dikembangkan dengan metode katoda. Lapisan pelindung umumnya berkomposisi 98% Zinc dan 0.2 Al. Galvalume merupakan sebutan lain dari Zincalume, menggunakan konsep dasar perlindungan eloktrolisa atau reaksi pengorbanan diri (sacrificial) dari suatu logam (zinc) untuk melindungi logam lain (baja). Selain itu, metode ini juga dilengkapi dengan lapisan pelindung (barrier) berupa Al untuk menghentikan seandainya terjadi korosi. Komposisi terbaiknya adalah 55% Al, – 43.5% Zinc – 1.5% Silikon.

Demikian beberapa penjelasan atas pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan oleh para calon konsumen. Semoga bermanfaat.

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

4 responses »

  1. Nikmatul Husna, ST mengatakan:

    sudah adakah acuan standart untuk perhitungan struktur baja ringan? semacam SNI atau peraturan luar (ex :LRFD, astm, etc)

    • Abu Abdirrohman mengatakan:

      Kalo SNI belum terbit, setahu saya masih digodok.
      Kalo di luar ada AS1170 (Aussy), AISI (Amrik) dll.

      • andika mengatakan:

        software apa yang seharusnya di gunakan untuk perhitungan struktur baja ringan ini dan seperti apa gambar kontruksinya thnx

        • Abu Abdirrohman mengatakan:

          Sebaiknya sih pake software yang “khusus” untuk mendesain struktur baja ringan. Ada beberapa merk yang umum dipake di Indonesia, yang saya tahu di antaranya adalah quick series (based on bricscad) dan supracadd keluaran bluescope lysaght.

          Kalo gambar konstruksinya bisa dicari di google.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s