Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah

Sumber : http://www.islamspirit.com/article001.php

Soal : Apa konsekuensi dari kalimat tauhid لا إله إلا الله La Ilaha Illa Allah, apakah cukup sekedar mengucapkan di lisan saja tanpa memahami makna dan konsekuensinya?

Jawab : kalimat tauhid  لا إله إلا الله adalah sebaik-baik perkataan karena kalimat ini adalah pokok dan pondasi agama, di mana para Rasul ‘alaihim ashsholatu wassalam memulai dakwah mereka dengannnya. Setiap Rasul memulai mendakwahi kaumnya dengan ucapan : ” Katakanlah لا إله إلا الله maka kalian akan beruntung”.  Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Kami utus seorang Rasul sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwasannya tidak ada sesembahan (yang berhak disembah)  kecuali Allah, maka sembahlah Aku”.

Maka setiap Rasul ‘alaihim ashsholatu wassalam berkata kepada kaumnya,

اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ

“sembahlah Allah yang tidak ada bagi kalian sesembahan selain Dia”

Kalimat ini adalah pondasi agama, oleh karenanya setiap orang yang mengucapkannya wajib mengetahui maknanya. Kalimat tersebut memiliki makna “Tidak ada yang berhak disembah dengan haq kecuali Allah”. Kalimat ini memiliki konsekuensi, yaitu mengetahui maknanya, meyakininya, tidak meragukan sedikitpun akan kebenarannya, ikhlas kepada Allah, jujur dalam hati dan lisannya, kecintaan terhadap apa-apa yang ditunjukkan olehnya berupa keikhlasan kepada Allah, menerimanya, tunduk kepadaNya, meng-esa-kanNya, meninggalkan kesyirikan disertai dengan berlepas diri dari peribadatan kepada selainNya dan meyakini kebatilan syirik.  Yang demikian itu semua adalah konsekuensi dari kalimat tauhid dan kebenaran makna yang dikehendakinya.  Setiap mukmin dan mukminah mengucapkannya disertai dengan berlepas diri dari setiap peribadatan kepada selain Allah, tunduk dan menerima kebenaran, mencintai Allah, mentauhidkan dan ikhlas kepadaNya disertai dengan tidak ada keraguan akan makna tersebut.

Sungguh sebagian manusia mengucapkan kalimat tauhid ini akan tetapi tidak mengimaninya, sebagaimana orang-orang munafiq yang mengucapkannya akan tetapi bersamaan dengan itu mereka meragukan atau mendustakan maknanya. Maka wajib untuk mengetahui, meyakini, membenarkan, ikhlas, mencintai, tunduk dan menerima kalimat tauhid disertai dengan berlepas diri (dari sesembahan selain Allah).

Sebagian ulama telah mengumpulkan konsekuensi-konsekuensi ini dalam bait :

علم يقين وإخلاص وصدقك مع محبة وانقياد والقبول لها

وزيد ثامنها الكفران منك بما سوى الإله من الأشياء قد ألها

Ilmu, yakin, ikhlas, jujur, kecintaan, tunduk dan menerimanya

dan tambahan kedelapan, engkau kufur terhadap segala sesuatu yang disembah selain Allah

Semoga shalawat dan salam tercurah ke atas Nabi kita Muhammad Shallallohu ‘alaihi wa sallam beserta para keluarga dan sahabat beliau.

(Majalah ad Da’wah 1018, Senin 29/3/1407 H)

Iklan

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s