Oleh : Lajnah Da’imah

Tanya : Bagaimanakah batasan seseorang yang berlebihan dalam beragama dianggap berbuat ghuluw, dan apa pengertian ghuluw itu? Dan bagaimana pula pengertian tafrith (meremehkan) di dalam beragama?

Jawab : Batasan seseorang dianggap telah berbuat ghuluw adalah apabila ia menambah melebihi dari apa yang disyari’atkan. Pengertian ghuluw adalah : terlalu berlebihan di dalam suatu hal dan memberatkan diri dengannya. Sesungguhnya Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam telah melarang dari sikap ghuluw :

” Waspadalah kalian dari bersikap ghuluw (berlebihan) di dalam beragama! Sesungguhnya yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah sikap ghuluw di dalam beragama” (hadist shahih, Musnad Ahmad 215/1; Sunan Ibnu Majah 3029)

Adapun pengertian tafrith adalah : kurang di dalam mengerjakan apa-apa yang diwajibkan oleh Alloh, di antaranya dengan melakukan sebagian maksiat, seperti zina, ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba), atau meninggalkan sebagian kewajiban, seperti berbuat baik kepada kedua orang tua, silaturahmi, menjawab salam dan lain sebagainya.

wa billahit taufiq, wa shallallohu ‘ala nabiyyina  Muhammad, wa alihi wa shahbihi  wa sallam.

Lajnah Da’imah lil buhuts ‘ilmiyah wal ifta’ (Abdullah ibn Qu’ud, Abdullah ibn Ghudayyan, Abdur Rozzaq ‘Afifi, Abdul Aziz ibn Abdillah ibn Baz)

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s