Oleh : Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul

Dari kitab : Mu’amalatul ‘Ulama

Allah Ta’ala berfirman :

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آَيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آَمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

“(artinya) Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat[1], itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat[2]. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal (Ali ‘Imran :7).

[1] Ayat yang muhkamaat ialah ayat-ayat yang terang dan tegas maksudnya, dapat dipahami dengan mudah.

[2] Termasuk dalam pengertian ayat-ayat mutasyaabihaat: ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian dan tidak dapat ditentukan arti mana yang dimaksud kecuali sesudah diselidiki secara mendalam; atau ayat-ayat yang pengertiannya hanya Allah yang mengetahui seperti ayat-ayat yang berhubungan dengan yang ghaib-ghaib misalnya ayat-ayat yang mengenai hari kiamat, surga, neraka dan lain-lain. (Catatan kaki al Quran terjemah Depag RI)

Maka berdasarkan pernyataan al Quran, di antara sifat orang ‘alim adalah mengembalikan ayat-ayat mutasyabihat kepada ayat-ayat yang muhkam dan tidak mengikuti ayat mutasyabihat tersebut. Inilah sifat yang membedakan ahli haq dan hidayah dari ahli hawa (pengikut hawa nafsu) dan kesesatan. Sungguh hadits Nabi telah menyebutkan celaan dan peringatan terhadap orang-orang yang mengikuti ayat-ayat mutasyabihat. Dari ‘Aisyah radhiyallohu ‘anha berkata : Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam membaca ayat ini (yaitu ayat 7 surat Ali ‘Imron di atas), beliau berkata,

“Apabila kamu melihat ada orang-orang yang mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat, maka merekalah orang-orang yang disebutkan oleh Allah (di dalam ayat tersebut). Waspadailah mereka.” {Bukhari dalam kitab Tafsir (4547), Muslim dalam kitab Ilmu (2665)}.

Iklan

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

2 responses »

  1. MENONE berkata:

    kunjungan pertamna nich kayaknya…………….salam persahabtan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s