Oleh Asy-Syaikh Shalih Al-Badir hafizhahullah (Kutipan khutbah ‘Iedul Fitri 1430 H di Masjid Nabawi – Madinah)

…………….. Maka ikutilah dalil-dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah. Pahamilah Al-Qur`an dan As-Sunnah tersebut sebagaimana dipahami oleh para tokoh besar pembawa petunjuk dan pelita dalam kegelapan, yaitu para ‘ulama pada abad-abad yang utama, para pendahulu yang telah disepakati akan keilmuan dan kemumpuniannya, yang tidak pernah berpaling dari dalil-dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah, tidak pernah menentang dan tidak pernah membantahnya, tidak mengedepankan ra`yu (pendapat/ide/logika) siapapun di atas Al-Qur`an dan As-Sunnah.

Al-Imam Abu Hanifah rahimahullah : إذا قلت قو ً لا يخالف كتاب الله وخبر رسول الله– صلى الله عليه وسلم فاتركوا قولي “Jika aku mengucapkan suatu pendapat yang bertentangan dengan Kitabullah (Al-Qur`an) dan berita (hadits) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka tinggalkanlah pendapatku.”

Al-Imam Malik rahimahullah juga berkata : إنما أنا بشر أخطيء وأصيب فانظروا في رأيي فكل ما وافق الكتاب والسنة فخذوه، وكل ما لم يوافق الكتاب والسنة فاتركوه “Aku ini hanyalah manusia biasa, aku bisa salah bisa pula benar. Maka periksalah pendapatku, maka setiap yang mencocoki/sesuai dengan Al- Qur`an dan As-Sunnah maka ambillah. Namun setiap yang tidak mencocoki Al-Qur`an dan As-Sunnah maka tinggalkanlah.”

Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah : إذا وجدتم في كتابي خلاف سنة رسول الله – صلى الله عليه وسلم – فقولوا بسنة رسول الله – صلى الله عليه وسلم – ودعوا ما قلت “Jika kalian mendapati dalam kitabku berbeda/menyelisihi sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka berpeganglah dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tinggalkan pendapatku.”

Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata : إنما الحجة في الآثار “Hujjah itu hanya ada pada atsar (sunnah).” Beliau rahimahullah juga berkata : من رد حديث رسول الله – صلى الله عليه وسلم – فهو على شفا هلكة “Barangsiapa yang menolak hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka dia berada di tepi jurang kebinasaan.” Apabila hujjah telah tegak, dalil telah jelas berbeda dengan ucapan seorang mqallid, maka tidak boleh meninggalkan nash (dalil) yang shahih karena pendapat seseorang.

Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah berkata : Aku mendengar Al-Humaidi berkata : “Ketika kami bersama Al-Imam Asy-Syafi’i, tiba-tiba datang kepada beliau seseorang bertanya kepada beliau tentang suatu masalah. Maka Asy-Syafi’i menjawab : ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memutuskan demikian-demikian.’ Maka orang tersebut berkata kepada Asy-Syafi’i : ‘Apa pendapat engkau sendiri?’ Maka Asy-Syafi’i menjawab :

‘Subhanallah! Apakah kamu melihatku sedang berada dalam gereja, atau kau lihat aku berada di bi’ah (tempat ibadah Yahudi), dan apakah kau lihat di pingganggu ada sabuk?! Aku telah katakan kepadamu, bahwa dalam masalah tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memutuskan demikian, namun kamu malah berkata, apa pendapatmu sendiri?!!

Maka agungkanlah dalil-dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah, muliakan dan utamakan. Berpegangteguhlah kalian dengannya, tunduklah kepadanya, dan janganlah kalian menentangnya.

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s