Oleh : Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah

(Majmu’ Fatawa wa Maqalat Ibnu Baz Juz 3 hal. 452)

Tanya : Bagaimanakah penjelasan hadist

اثنتان في الناس هما بهم كفر: الطعن في الأنساب والنياحة على الميت

“Dua hal pada manusia yang dapat menyebabkan kufur : mencela nasab dan meratapi mayat”. Apa makna kufur dalam hadist tersebut?

Jawab : Ini adalah hadist shahih diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Sahihnya, dari jalan Abu Hurairah Radhiyallohu ‘anhu. Yang dimaksud dengan mencela nasab adalah merendahkan nasab orang dan aib (kejelekan) nasab mereka dengan bermaksud meremehkan dan mencela . Adapun apabila sekedar menceritakan (misalnya) si fulan dari bani (keluarga) Tamim yang memiliki sifat-sifat demikian…, atau dia dari Qahtan atau dari Quraisy atau dari bani Hasyim. Diceritakan sifat-sifat mereka tanpa bermaksud mencela, maka yang demikian tidak termasuk mencela nasab.

Adapun “an Niyahah” (meratap) maknanya adalah mengeraskan suara tangisan ketika meratapi mayit, yang demikian hukumnya haram.

Yang dimaksud dengan kata kufur di sini adalah “kufur duna kufur” (kufur yang tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam). Jadi bukan kufur dalam pengertian mutlak sebagaimana definisi yang sudah dikenal, seperti sabda Nabi ‘alaihis shalatu was salam

بين الرجل وبين الكفر والشرك ترك الصلاة

“(pembeda) antara seorang laki-laki (muslim) dengan kufur dan syirik adalah meninggalkan shalat” {Sahih Muslim bab Iman (82), Sunan at Tirmidzi bab Iman (2620), Sunan Abi Dawud bab as Sunnah (4678), Sunan Ibn Majah bab Iqamatus shalat was sunnah fiha (1078), Musnad Ahmad ibn Hanbal (3/370), Sunan ad Darimi bab Shalat (1233).

Pengertian kufur pada hadist di atas adalah “kufur akbar” (kufur besar, yakini kufur yang menyebabkan pelakunya keluar dari Islam) menurut pendapat yang lebih sahih dari dua pendapat ulama.

Sesungguhnya para ulama telah menyebutkan bahwa kufur ada 2 macam, dzalim ada 2 macam, dan fasiq ada 2 macam. Demikian pula syirik ada 2 macam, yaitu akbar (besar) dan ashghar (kecil).

Syirik akbar seperti berdoa kepada orang-orang yang telah meninggal, meminta tolong kepada mereka, bernadzar untuk mereka, atau kepada patung, pohon, bebatuan dan bintang-bintang.

Syirik ashghar seperti (perkataan) “kalau bukan karena Allah dan si fulan”, “terserah kehendak Allah dan si fulan”. Sedangkan yang wajib (dikatakan) adalah “kalau bukan karena Allah kemudian si fulan”, terserah kehendak Allah kemudian si fulan”. Begitu pula bersumpah dengan selain Allah, seperti bersumpah demi Nabi, atau demi kehidupan si fulan, atau demi amanat, demikian ini termasuk syirik ashghar. Begitu pula riya’ yang ringan, seperti seseorang (mengeraskan) istighfar supaya didengar orang lain, atau membaca (al Quran) supaya dilihat manusia, demikian ini termasuk syirik kecil.

Dzalim juga ada 2 macam. (Pertama) Dzalim akbar, yaitu menyekutukan Allah sebagaimana dalam firmanNya :

وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ

(artinya) dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang dzalim (al Baqarah : 254).

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

(artinya) Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk (al An’am : 82).

Adapun dzalim ashghar misalnya dzalimnya seseorang atas darah dan harta orang lain, dzalimnya seorang hamba kepada dirinya sendiri dengan melakukan perbuatan maksiat seperti berzina, minum minuman memabukkan dan lain-lain. Semoga Allah melindungi kita dari perbuatan-perbuatan tersebut.

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s