Bismillah was shalatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala alihi wa ashabihi wa man waalahu. amma ba’du

Al Imam as Suyuthi rahimahullah adalah termasuk ulama yang membagi bid’ah ke dalam beberapa pembagian (bid’ah hasanah/ baik, bid’ah dhalalah/ sesat, bid’ah makruhah/ dibenci, bid’ah mubah/ boleh). Berikut ini adalah beberapa contoh bid’ah yang dimasukkan oleh beliau ke dalam bentuk bid’ah yang tercela.

1. BERKUMPUL PADA ACARA KEMATIAN (MA’TAM)

Termasuk perbuatan bid’ah adalah kumpul-kumpul dalam rangka berduka cita atas kematian seseorang. Syafi’i radhiyallohu ‘anhu berkata, “Saya membenci ma’tam, yaitu berkumpulnya laki-laki dan wanita (dalam rangka duka cita kematian) dikarenakan padanya terdapat  pembaruan kesedihan”. Demikian pula (termasuk bid’ah) adalah berkumpulnya para lelaki di kuburan pada hari kedua dan ketiga kematian . Termasuk bid’ah pula adalah bersajak di dalam berdo’a.

2. WAS-WAS KETIKA BERWUDHU

Termasuk perbuatan bid’ah adalah was-was di dalam berwudhu, mandi,  membersihkan pakaian dan yang semisalnya dengan cara menambah dan berlebihan dalam mengucurkan air lebih dari yang disyari’atkan, berlebihan dan keterlaluan di dalam melaksanakannya. Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Binasalah al Mutanatthi’un” beliau mengucapkannya tiga kali.

Al Mutanatthi’un adalah orang-orang yang berlebih-lebihan dan keterlaluan di dalam hal yang tidak seharusnya. Sungguh Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam berwudhu tiga-tiga kali dan bersabda, “ Demikianlah wudhu”.

Barangsiapa yang lebih dari tiga maka dia telah keliru, melampaui batas dan berbuat dzalim. Beliau bersabda, “ Sungguh ketika wudhu ada syaiton yang disebut dengan al walhan. Maka takutilah oleh kalian was-wasnya air”.

Barangsiapa yang berlebihan dalam mengucurkan air dan lebih dari tiga-tiga kali maka dia berbuat bid’ah (mubtadi’).

3. WAS-WAS PADA NIAT SHALAT

Termasuk perbuatan bid’ah adalah was-was pada niat shalat. Hal itu sama sekali bukan termasuk perbuatan Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam, bukan pula perbuatan sahabat-sahabat beliau. Dahulu mereka tidaklah mengucapkan niat shalat melainkan ucapan takbir. Allah berfirman, “Sungguh telah ada bagi kalian suri tauladan pada diri Rasulullah”.

Syafi’i berkata, “was-was di dalam niat shalat dan bersuci termasuk kebodohan terhadap syari’at atau karena telah rusak akalnya”.

4. MENDENGARKAN NYANYIAN

Mendengarkan perkataan yang sia-sia berupa nyanyian dan alat-alat musik. Rasulullah shallallohu ’alaihi wa sallam bersabda, ”siapa yang mendengarkan suara qiinah maka akan dituangkan anaak ke dalam telinganya pada hari kiamat”. Qiinah adalah penyanyi, baik perempuan maupun laki-laki. Anaak adalah timah yang dicairkan.

As Sya’bi berkata, “telah dilaknat penyanyi dan pendengarnya”

Demikian pula (termasuk perbuatan tercela) mendengarkan perkataan dusta dan perkataan yang buruk

5. MEMENUHI JALANAN TANPA HAK

Di antaranya adalah dengan berjual beli di jalanan yang akan mengganggu lalu lintas manusia. Dahulu orang-orang yang wara’ (saleh) tidak mau membeli dari mereka. Di antaranya pula adalah membiarkan ternak lalu lalang di jalanan, membuang kulit semangka dan menyiram air ke jalanan (yang bisa mengganggu orang yang melintas –pent).

6. MEMPERINDAH MASJID

Di antaranya adalah mempercantik masjid, menghias mushaf dan terlalu banyaknya masjid pada satu tempat.

Sumber : al amru bil ittiba’ wan nahyu ‘anil ibtida’ oleh al hafidz as Suyuthi rahimahullah.

Iklan

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

2 responses »

  1. Wahyu berkata:

    Alangkah bagusnya kalo disertai tulisan arab/aslinya.

  2. […] daftarnya –penjelasannya silakan merujuk ke kitab tersebut, lihat juga sebagian penjelasannya di sini – […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s