“Artinya : Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Rabbnyalah mereka melihat.”[Al-Qiyamah : 22-23]

Pada bab ini penulis Rahimahullah Ta’ala menyebutkan ayat-ayat yang menunjukkan bahwa orang-orang mukmin melihat Rabb mereka pada hari kiamat, secara langsung dengan mata kepala mereka, dengan cara yang layak dengan kebesaran-Nya, yang mana hal itu tidak mirip dengan satu pun di antara para makhluk-Nya. Hal itu juga telah disebutkan di dalam As Sunnah. Nabi Sallallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

“Bila penduduk jannah telah masuk jannah, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, ‘Inginkah kalian jika aku menambahkan sesuatu untuk kalian ?’ Mereka berkata, ‘Tidakkah Engkau telah menjadikan wajah kami menjadi putih, Engkau masukkan kami ke jannah, dan Engkau selamatkan kami dari naar? Maka, Allah menyingkapkan hijab. Tidak ada sesuatupun yang diberikan kepada mereka, yang lebih mereka sukai daripada kenikmatan melihat kepada Rabb mereka ‘Azza wa Jalla.”

Kemudian, Nabi Sallallahu ‘alaihi wassalam membaca ayat ini :

“Artinya : Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (Jannah) dan tambahannya.(yaitu melihat wajah Allah.) [1] [Yunus : 26]

Pendapat bahwa orang-orang mukmin melihat Rabb mereka pada Hari Kiamat ini, disepakati oleh para nabi, rasul, seluruh shahabat, tabi’in, dan imam kaum muslimin dalam berbagai masa. Yang menentang pendapat ini hanyalah orang-orang Jahmiyah dan Mu’tazilah serta orang-orang yang mengikuti mereka. Pendapat mereka itu bathil dan tertolak dengan Al-Kitab dan As-Sunnah. [2]

Nabi Sallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini. Kalian tidak berjubel dalam melihat-Nya. Maka, apabila kalian bisa dengan sepenuh daya menjaga shalat sebelum matahari terbit (shalat fajar) dan shalat sebelum matahari tenggelam (shalat ‘ashar) maka lakukanlah.” [3]

[1]. Diriwayatkan oleh Muslim I/163, sedangkan ayat dalam hadits ini adalah ayat ke-26 dari Surah Yunus
[2]. “Al-Kawasyif Al-Jaliyah”, hal.401.
[3]. Diriwayatkan Al-Bukhari, “Fathul Bari” III/29 dan Muslim I/521

(Aqidah Washithiyyah)

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s