Oleh : Admin

Di dalam khazanah fiqih Islam dikenal istilah-istilah wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram sebagai pembagian hukum yang berkaitan dengan suatu amalan tertentu. Istilah-istilah ini begitu populer di kalangan umat Islam bahkan juga di sebagian orang di luar Islam.

Wajib bermakna keharusan untuk melakukan suatu amalan tertentu. Misalnya shalat 5 waktu hukumnya wajib, menunjukkan bahwa shalat tersebut wajib/ harus dilaksanakan oleh umat Islam yang telah memenuhi kriteria-kriteria yang telah ditetapkan syari’at.

Sunnah bermakna anjuran dan dorongan untuk melakukan sesuatu dengan adanya ganjaran yang dijanjikan oleh pembuat syari’at (yakni Allah subhanahu wa ta’ala).

Mubah bermakna pilihan untuk melakukan sesuatu yang tidak memberikan konsekuensi apapun.

Makruh bermakna anjuran dan dorongan untuk meninggalkan sesuatu tanpa adanya konsekuensi berupa ancaman dan hukuman bagi pelakunya.

Haram bermakna tuntutan untuk meninggalkan sesuatu dengan adanya ancaman dan hukuman bagi pelakunya.

Demikian definisi hukum yang dikenal oleh sebagian besar umat Islam.

Masuk kepada tema di atas, yang saya maksudkan adalah adanya sebagian orang bahkan di antaranya adalah orang-orang yang menjadi panutan, akan tetapi jarang melaksanakan shalat berjamaah yang menurutnya hukumnya adalah sunnah muakkadah (yang sangat sangat dianjurkan), dia berkata “itu kan cuma sunnah.” Seolah dia berkata seperti itu ingin menunjukkan bahwa hal itu kurang manfaatnya.

Begitu pula sebagian orang yang dianggap mengerti agama namun juga seorang perokok, ketika diingatkan untuk meninggalkan kebiasaannya itu berkata “Ini kan cuma makruh”.

Prinsip yang aneh. Ketika sunnah yang seharusnya sering dikerjakan malah jarang dikerjakan. Ketika makruh yang seharusnya jarang dikerjakan malah sering dikerjakan.

Mari saling berlomba dalam kebaikan. Lakukanlah perkara sunnah sebanyak-banyaknya, tinggalkanlah perkara makruh sebisanya.

(artinya) maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya [al Maidah : 48]

Wallohu a’lam.

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s