Ibnu Hajar al ‘Astqalany rahimahullah menuturkan di dalam al Fath :

Guru kami menyimpulkan darinya (yakni dari hadits Heraklius)[1] bahwa setiap orang yang beragama dengan agamanya ahlul kitab (yakni yahudi dan nasrani) maka mereka memiliki hukum yang sama dengan ahlul kitab di dalam masalah nikah dan sembelihan. Dikarenakan Heraklius dan rakyatnya bukan termasuk bani Israil, tetapi mereka memeluk agama nasrani sesudah adanya perubahan (di dalam agama nasrani). Sungguh Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya dan rakyatnya “wahai ahlul kitab”, menunjukkan bahwa hukum mereka adalah hukum ahlul kitab. Ini berbeda dengan pendapat yang mengkhususkan ahlul kitab terbatas hanya bagi bani Israil atau bagi orang-orang yang diketahui bahwa nenek moyangnya adalah orang-orang yang memeluk agama yahudi dan nasrani sebelum adanya penyimpangan. Wallohu a’lam.


[1] Yang dimaksud adalah hadist yang menceritakan tentang surat Nabi Muhammad shallallohu ‘alaihi wa sallam kepada raja Romawi Heraklius untuk mengajaknya masuk Islam (Sahih Bukhari/ 6)

Iklan

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s