بسم الله الرحمن الرحيم

 

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdillah Al-Imam حفظه الله berkata dalam kitab “Al-Ibanah ‘An Kaifiyah At-Ta’amul Ma’a Al-Khilaf Baina Ahlis Sunnah Wal Jama’ah” hal. 53-54:

Macam-macam Perselisihan Yang Ada Dalam Diri Ahlus Sunnah

 

Perselisihan yang terjadi di tengah-tengah ahlus sunnah, kembalinya kepada tiga macam:

Pertama: Perselisihan yang muncul dari ijtihad serta ta’wil yang muncul dari sebagian ulama.

Dan ada padanya sebagian kesalahan yang tidak membawa untuk menghajr dan tidak pula menghizbikan. Yang menyatakan bahwa perselisihan ini adalah perselisihan yang bersifat ijtihadiyah adalah para ulama. Dan perselisihan ini terkadang terjadi padanya sikap melampaui batas dari sebagian ahlus sunnah, juga terjadi sikap terburu-buru dalam memberikan hukum dengan pembid’ahan dan dengan penghizbian bagi orang yang dari mereka. Dan ini adalah tercela, kalau tidak maka tidaklah diingkari adanya perbedaan yang mungkin terjadi. Dan ini mesti.

Kedua: Perselisihan yang terjadi di atas asas-asas hizbiyah, berupa penyandaran terhadap gerakan rahasia dan pengambilan bai’at, kepemimpinan, dan penggunaan kaidah muwazanah antara kejelekan ahlul bida’ dan kebaikannya.

Perselisihan ini terjadi akibat orang-orang yang memunculkan perselisihan ini mengingkari adanya hal-hal yang disebutkan di atas, yang mana hal tersebut sudah diketahui oleh sebagian ahlus sunnah. Dan orang-orang yang melakukan perkara-perkara di atas memandang bahwa hal itu adalah termasuk permasalahan ijtihadiyah, padahal tidak demikian. Maka makin kencanglah perselisihan yang ada lalu perselisihan ini tidaklah berlangsung lama sehingga nampak bagi ulama ahlus sunnah. Jika nampak mereka melakukan kewajiban mereka yang finishnya adalah entah para pengusung kaidah hizbiyah itu meninggalkan apa yang mereka beragama dengannya berupa kaidah dan cara-cara hizbiyah, atau mereka memilih untuk tetap berada di atas kaidah hizbiyah tersebut maka mereka ditahdzir beserta apa yang mereka lakukan.

 

Ketiga: Terdapat di tengah-tengah ahlus sunnah orang-orang yang bertujuan memecah belah dan mencabik-cabik (ahlus sunnah) dengan cara memunculkan perbedaan dan meluaskan lingkup perselisihan tersebut.

Mereka berpura-pura sebagai ahlus sunnah yang pada hakekatnya mereka ‘bekerja’ untuk salah satu dari dua pihak:

Entah ‘bekerja’ untuk sebagian negara tertentu.

Entah ‘bekerja’ untuk hizb dan kelompok-kelompok yang menyimpang dan sesat.

Dan kadang mereka ini ‘bekerja’ untuk kedua golongan ini.

Adapun yang ‘bekerja’ untuk suatu negara tertentu, kebanyakannya mereka adalah para anggota intelejen. Dan cengkeraman ini tidak diragukan lagi keberadaannya oleh orang yang punya pengetahuan akan tipu muslihat pihak negara tertentu terhadap setiap orang yang dianggap tidak berjalan pada aturan negara tertentu tersebut.

Dan negara itu tentunya membekali orang-orang tersebut dengan harta untuk menimbulkan fitnah antara seorang da’i dengan para penuntut ilmu, dan juga membekalinya dengan selain harta.

Adalah syaikh kami Muqbil Al-Wadi’iy رحمه الله mengetahui apa yang sedang diusahakan oleh negara-negara tertentu untuk merusak para pembele kebenaran, beliau mengatakan dalam kitab beliau “Al-Makhraj Min Al-Fitan” hal. 9-10: “Kami telah meneliti ulang bahwa beberapa intelejen negara tertentu berjalan bersama suatu kelompok seperti jalannya syaithan dalam memecah belah. … Mereka melakukan ini dengan melakukan pertemuan antara ikhwah ketika mereka dalam tahanan mereka. Atau salah satu mereka masuk dalam suatu jama’ah sampai dia menjadi dipercaya dalam jama’ah tersebut kemudian berusaha dalam memecah dan membagi jama’ah yang satu menjadi beberapa sempalan. Sesungguhnya perpecahan dan hizbiyah ini melemahkan kaum muslimin, dan setiap kita merasakan hal ini.”

 

Diterjemahkan oleh

‘Umar Al-Indunisy

Darul Hadits – Ma’bar, Yaman

sumber : http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/11/04/macam-macam-perselisihan-yang-ada-dalam-diri-ahlus-sunnah/

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

4 responses »

  1. sabur mengatakan:

    Kitab apakah itu ?

    • Abu Abdirrohman mengatakan:

      Tentu saja di antara yang paling terkenal adalah kitab riyadus shalihin, kemudian ghidzaul albab. Dan yang terbaik adalah kembali kepada :
      1. Al Quran beserta tafsirnya, seperti tafsir at Thabariy dan Ibn Katsir
      2. Kitab-kitab hadist yang sahih semisal Bukhariy dan Muslim beserta syarahnya.
      Allohu a’lam.

  2. Abu Abdirrohman mengatakan:

    alhamdulillah masih banyak kitab yang lebih baik, lebih bermanfaat dan lebih selamat dari kesalahan dan kelemahan dibanding kitab tersebut.

  3. suwung mengatakan:

    Bila antum benar2 mantan coba baca kembali Kitab Fadhilah Amal tentang keutamaan bila udah membaca yang ini http://abuzuhriy.com/?p=1823

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s