Hari ini, teringat akan rutinitas yang dulu biasa dikerjakan hampir tiap malamnya.

Semasa kelas 2 smu, saya biasa mengaji sebuah kitab fiqih bermadzhab Syafi’i yang berjudul “Fathul Qarib” di pesantren NU dekat rumah. Kajian tersebut tepatnya adalah sebuah kelas diskusi bagi para santri yang telah menyelesaikan kitab syarah Alfiyah Ibnu Malik oleh Ibnu ‘Aqil. Karena kelas diskusi, maka para santri juga bisa memberikan tambahan faidah dari kitab lainnya yang telah dibacanya. Berikut adalah beberapa ilmu/pengetahuan yang saya dapat dari kelas diskusi tersebut :

1. Haramnya musik, terutama seruling

2. Haram/ makruhnya mengapur/ menyemen kuburan, menulisi kubur, dan meninggikannya

3. Aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan. Syaikh Nawawi Banten berpendapat bahwa aurat wanita adalah seluruh tubuhnya, termasuk wajahnya.

Allohu a’lam.

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

One response »

  1. […] Catatan ke-4 : ke”salafi”an NU […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s