Syaikh Shaleh bin Abdul aziz Aali Syaikh –hafidzahullah

Mentri Urusan Agama, Wakaf, Dakwah dan Bimbingan, KSA

Pertama, wajib diketahui bahwa ketika Islam datang, maka nama-nama lain dihapus kecuali nama Islam. Allah berfirman, “Dia-lah yang menamai kalian dengan muslimin” Nama muslimin dan nama muminin adalah nama yang syar’i yang datang dengan nash.

Selain itu, ada juga nama tarifiyyah (hal mengidentifikasi). Nama ini tidak apa-apa selama tidak menimbulkan kerusakan. Di antara nama yang agung dalam hal ini adalah nama Muhajirin dan nama Anshor. Nama ini datang dalam al-quran dan ditetapkan oleh Rasulullah. Namun, ketika mereka fanatik terhadap nama ini, Orang muhajirin fanatik dengan nama muhajirin dan orang ansor fanatik dengan nama anshor, maka hal ini menjadi ciri jahiliyyah.

Pernah terjadi dalam sebuah peperangan, terjadi perselisihan antara dua orang pemuda anshor dan muhajirin. Yang satu berkata wahai orang muhajirin. Yang satunya lagi berkata wahai orang anshor. Kemudian berkumpul orang-orang muhajirin dan berkumpul pula orang-orang anshor, setiap mereka ingin mendukung orang yang menyerunya. Maka nabipun marah dan berkata, “apakah kalian saling memanggil dengan panggilan jahiliyyah sedang aku ada di tengah-tengah kalian?” Ini menunjukkan bahwa fanatik dan loyalitas hanya pada nama semata, ini berarti telah keluar dan berubah dari hanya sekedar tar’if (identitas) kepada fanatisme. Maka ini menjadi sesuatu yang tercela. Padahal nama muhajirin dan ashor adalah nama yang syar’i.

Kemudian, berganti zaman dan terdapat nama-nama lain. Ada nama hanafiyyah, syafi’iyyah, malikiyyah dan hanabilah. Nama-nama ini ketika muncul ditetapkan para ulama dalam rangka untuk ta’rif. Dengan nama itu, dapat diketahui bahwa mereka mewakili suatu madrasah yang mengikuti imam malik, atau mengikuti imam syafi’i. mereka mengambil pelajaran fiqih dari para imamnya.

Akan tetapi, ketika perkara ini membuat pengikut madzhab syafi’i fanatik terhadap imam syafi’i dan berloyalitas dengannya. Begitu juga dengan hanafiyyah dan malikiyyah hingga mereka menafikan eksistensi orang lain, seolah-olah tidak ada yang mengetahui kebenaran kecuali mereka, dan membatilkan orang lain, lalu terjadilah saling membenci, berubahlah dari nama yang bersifat ta’rify kepada nama yang diloyalitasi.

Seperti yang disebutkan oleh Yaqut al-Hamawi dalam Mu’jam Al-Buldan, dalam perjalanan kepada penduduk khurasan, “Aku melewati satu daerah yang didalamnya ada sekelompok orang dari madzhab hanafy dan sekelompok orang dari madzhab syafi’I dan antara keduanya saling membenci, yang saya tidak meyakini mereka akan saling menyerang. Kemudian aku meninggalkan negeri tersebut dan kembali lagi setelah beberapa tahun dan tidak ada satu pun orang dari mereka. Ketika aku tanyakan apa yang terjadi pada mereka, maka dikatakan bahwa telah terjadi pada mereka peperangan maka berpencarlah.

Sebab semua ini adalah karena nama telah berubah dari ta’rif kepada fatatisme hingga nama itu seperti  nama “muslimin” yang diloyalitasi, sehingga menyebabkan kemungkaran yang besar.

Sampai disini, kemudian muncul pertanyaan. Ia adalah nama salafiyyah. Nama ini adalah nama baru dengan makna bahwa nama ini dipakai bagi orang yang mengikuti salafussaleh dalam akidah, akhlak dan amal ketika muncul banyak kelompok-kelompok lain yang menyimpang dari ajaran salafussaleh seperti qadariyyah, murjiah, muktazilah, jahmiyyah, al-asy’ariyyah, karomiyyah, sufiyyah dan lain-lain. maka, sebaliknya dari nama-nama ini, kelompok yang mengikuti sunnah, manhaj salafussaleh dan tidak keluar dari tuntutan dalil disebut dengan beberapa nama. Ada yang menamainya dengan salaf, salafiyyah, ahlussunnah, jamaah, ahlul hadis dan lain-lain. semua nama ini adalah untuk ta’rif yang menjelaskan bahwa kelompok ini adalah kelompok yang bersungguh-sungguh memegang sunnah, meniggalkan bid’ah dan hawa nafsu, mengikuti para ulama di kalangan para shahabat, tabi’in dan orang yang mengikuti mereka dengan ihsan, mereka terpuji dengan jalan yang mereka tempuh ini.

Akan tetapi bahwa salafiyyah itu adalah bagian dari kaum muslimin. Maka, mungkin saja ada dikalangan kaum muslimin yang ia menjadi muslim dengan tabiatnya, yang jika kita mengamatinya ia berada di atas manhaj salaf. Begitu juga dikalangan sebagian orang yang berafialisi kepada sebagian aliran, jika kita memperhatikan akidahnya dan apa yang ada padanya, maka ia adalah salafy secara umum, atau ia memiliki banyak bagian dari mengikuti manhaj salaf. Maka, dari sini kita mengatakan, jika nama-nama ini berubah kepada ahzab (kelompok-kelompok), salafiyyah menjadi hizb yang diloyalitasi, ahlul hadis menjadi hizb yang juga diloyalitasi, maka ini sama kasusnya dengan nama seperti muhajirin dan ansor yang  diloyalitasi. Maka ia tidak boleh. Adapun jika hanya untuk ta’rif, bahwa mereka adalah ahli hak, pengikut dan pembela sunnah, maka tidak apa-apa dari sisi ini.

Dan mereka memiliki sifat yang disebutkan oleh Syaikhul Islam dalam akhir kitab al-Washitiyyah sebagai ahli rahmah (penebar kasih sayang) bagi orang-orang mukmin, ahli nasehat, ahli ishlah (perbaikan), ahli qiyam lail, ahli ibadah kepada Allah jalla wa ‘ala, ahli akhlak yang mulia, jujur, meninggalkan dusta, menjauhi kebatilan dan bersemangat mencari kebenaran, maka mereka lah yang sungguh karena sifat-sifat yang ada pada mereka itu disebut sebagai orang yang berhak dengan pensifatan Nabi, “Sebaik-baik kalian adalah orang di jamanku, kemudian yang setelahnya, kemudian yang setelahnya,” atau dalam firman Allah, “Dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan ihsan.” Maka, siapa saja yang mengikuti manhaj salaf, ia memiliki bagian untuk termasuk kepada kelompok itu. Adapun loyalitas dan anti loyalitas, seseorang dicela karena tidak berafiliasi kepada nama salafiyyah, maka ini tidak boleh. Seseorang hanya dicela dan dipuji karena Islam, bukan karena syiar-syiar yang lain.

http://www.youtube.com/watch?v=5P-7XYtPUB0

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s