Bismillah…

Singgah di sebuah blog wordpress, kemudian membaca tiga seri tulisan tentang “kesalahan” Syaikh Ali al Halbiy :

“Bahwa Seseorang tetap Menjadi Salafy Selama Aqidahnya Benar dan Kokoh Walaupun Manhajnya Menyimpang

sebagaimana yang tertulis di http://warisansalaf.wordpress.com/2011/05/10/al-halabi-dan-keyakinan-barunya-%E2%80%A6-bag2/

maka saya pun mencoba ‘tasabbut dan tabayyun ke website syaikh dan sampai ke halaman :http://alhalaby.com/play.php?catsmktba=1192

Maka saya coba terjemahkan secara ‘ala kadarnya’ supaya kita mengetahui jawaban dan pendapat syaikh yang sebenarnya. Harapan saya hanyalah semoga Allah Ta’ala menjadikan kita ummat Islam yang bersatu di atas Al Quran dan sunnah yang sahih dengan pemahaman salafus shalih, dengan tetap menghormati dan tidak mencela ulama.

Berikut terjemahnya (saya terjemahkan sebagiannya saja sesuai dengan tuduhan):

“Adapun sebuah kaidah yang disebutkan bahwasannya : kami tidak menjadikan perbedaan pendapat kami terhadap para ulama lainnya adalah sebagai sebuah sebab perselisihan, maka pada hakikatnya saya telah berkali-kali mengucapkan kalimat tersebut di depan sejumlah syaikh di majelis mereka. Alhamdulillah mereka memahaminya dengan pemahaman yang sewajarnya, sesuai lahiriyahnya, jauh dari mencari-cari dalih, jauh dari membuat-buat kebohongan dan jauh dari mempertemukan kaidah tersebut dengan kaidah : kita menasihati dan tidak men’jarh’, atau kaidah : kita bekerjasama dalam hal-hal yang kita sepakati dan kita saling memberi udzur dalam masalah yang kita perselisihkan; sebagaimana sekarang  kami dituduh tanpa hak, bahkan dengan kebatilan yang paling buruk. Kaidah-kaidah tersebut pada hakikatnya telah kami kritik sejak dahulu.

Akan tetapi sekarang kami berbicara tentang masalah-masalah terkini yang terjadi pada diri kami. Kita adalah salafiyin yang terkadang berselisih pendapat, namun kita memiliki akidah dan manhaj yang satu. Keterkaitannya adalah : Saya tidak membedakan antara akidah dan manhaj, berbeda dengan apa yang dituduhkan kepada kami. Akan tetapi saya menyebutkan adanya perbedaan di antara ulama sebagai isyarat bahwa terkadang terdapat khilaf pada masalah tersebut.

Meskipun saya sendiri tidak berpendapat dengan pendapat yang menyatakan adanya perbedaan (antara manhaj dan akidah).

Akan tetapi…kami senantiasa mengulang-ulang perkataan ini dikarenakan kesedihan yang mendalam, saya katakan : Bila kita berada di atas akidah yang sama, manhaj yang sama, pokok-pokok ilmiah yang sama di dalam masalah jarh dan ta’dil dan tabdi’ dan yang semisalnya, namun kita berbeda pendapat di dalam penerapan sebagian hukum atas sebagian individu, apakah perbedaan pendapat kita ini menjadi sebab -sedangkan kita adalah pemilik akidah dan manhaj yang satu- saya ulangi : kita tidak membicarakan hizb-hizb, kita tidak berbicara tentang hizbiyyin, takfiriyin, dan qutbiyin, kita sedang berbicara tentang ahlus sunnah dan salfiyin, kemudian kita menjadikan perbedaan pendapat kita tentang si Zaid atau si Umar – bagaimanapun dan siapapun orangnya- menyebabkan kita saling mencaci dan mengatakan : si fulan mubtadi’, si fulan sesat dan yang semisalnya. Gambaran hakikat dan contoh di dalam masalah ini sangatlah banyak, dan saya telah menyebutkannya di dalam website. Akan tetapi saya ingin menguatkannya lagi, sekali, tiga kali, sepuluh kali, sehingga kami tidak mengatakan lebih banyak dari apa yang kami akui disebabkan penyesalan yang amat sangat.

Setiap orang yang berbicara tanpa hak hendaknya ia takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Semoga kami bersabar atas sakit yang mereka timpakan, dan kami memohon kepada Allah petunjuk, taufiq dan perkataan yang lurus bagi semuanya.”

Selesai kutipan. Allohu a’lam. 


About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s