Oleh : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (1420 H)

Sumber : Majmu’ Fatawa wa Maqalat Ibnu Baz Juz 15, hal. 9

Pertanyaan :

Apakah terdapat hal-hal khusus yang disyari’atkan bagi seorang muslim dalam rangka menyambut bulan Ramadhan? (Majalah Da’wah no. 1284 tertanggal 5/9/1411 H)

Jawaban :

Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling mulia dalam setahun. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengkhususkannya dengan menjadikan berpuasa di dalamnya sebagai sebuah kewajiban dan rukun yang keempat dari lima rukun Islam, dan mensyari’atkan kepada kaum muslimin untuk shalat di malam harinya. Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بني الإسلام على خمس : شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله، وإقام الصلاة، وإيتاء الزكاة، وصوم رمضان ، وحج البيت

“Islam dibangun di atas limahal : syahadat (bersaksi) bahwa tiada sesembahan (yang berhak disembah) kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan berhaji ke Baitullah [Muttafaq ‘alaihi, Bukhari : 8 dan Muslim : 16].

Juga sabda beliau :

من قام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“Barangsiapa yang berdiri (untuk shalat) pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala (dari Allah) maka dosa-dosanya yang telah lewat akan diampuni [Muttafaq ‘alaihi, Bukhari : 2014 dan Muslim : 706].

Saya tidak mengetahui satupun amalan tertentu untuk menyambut bulan Ramadhan kecuali bahwa seorang muslim (hendaknya) menyambutnya dengan senang, gembira, berharap dan bersyukur kepada Allah supaya Dia mempertemukannya dengan bulan Ramadhan dan supaya memberikan taufiqNya serta menjadikannya termasuk orang yang  hidup untuk saling berlomba dalam amal shalih. Sesungguhnya berjumpa dengan bulan Ramadhan adalah satu nikmat yang agung dari Allah Ta’ala. Oleh karenanya dahulu Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam memberikan kabar gembira kepada para sahabat beliau dengan datangnya bulan Ramadhan, menjelaskan keutamaannya serta apa-apa yang telah Allah sediakan bagi orang-orang yang berpuasa dan yang mendirikan shalat di dalam bulan tersebut, berupa ganjaran yang agung. Begitu pula beliau mensyariatkan kepada kaum muslimin untuk menyambut bulan yang mulia ini dengan taubat nasuha dan mempersiapkan dirinya untuk berpuasa dan shalat malam dengan niat yang shalih dan ‘azam yang jujur.

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s