Pertanyaan :

Dalam buku adh-Dhiya’ al-Lami’ ada materi khusus tentang bulan Ramadhan dan hal-hal lain seputar puasa, di antaranya terdapat ungkapan ”dan tidak juga membatalkan puasa jika seseorang muntah tidak disengaja atau mengobati mata atau telinganya dengan obat tetes.” Bagaimana pendapat Anda tentang hal tersebut?

Jawaban :

Apa yang dikatakannya bahwa menetesi mata atau telinga untuk mengobatinya tidak merusak puasanya, adalah pendapat yang benar, karena yang demikian itu tidak disebut makan atau minum menurut kebiasaan umum dan menurut pengertian syariat, karena tetesan tersebut masuknya tidak melalui saluran makan dan minum. Kendati demikian, menunda penetesan itu hingga malam hari adalah lebih selamat sebagai langkah keluar dari perbedaan pendapat.

Demikian juga orang yang muntah tanpa disengaja tidak merusak puasanya, karena Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai kemampuannya, sementara syariat pun berdasarkan pada prinsip meniadakan kesempitan. Hal ini berdasarkan firman Allah (artinya) ”Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan” [Al Haj : 78], dan ayat-ayat lainnya serta sabda Nabi shallallohu ’alaihi wa sallam :

”Barangsiapa yang muntah tanpa disengaja, maka tidak ada qadha’ atasnya, dan barangsiapa yang berusaha muntah maka ia wajib qadha’” [HR Abu Dawud (2380), at-Tirmidzy (720) dan Ibnu Majah (1676)].

Fatawa ash-Shiyam  Lajnah Da’imah, hal. 44

Dikutip dari : Fatwa-Fatwa Terkini Juz 1, Penerbit Daarul Haq

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s