Oleh : Khalid bin Abdul Aziz Abal Khail

15/5/1424 H (15/7/2003M)

Wahai penuntut ilmu…!

Apabila engkau keluhkan buruknya kemampuanmu dalam memahami ilmu, maka tidaklah mengapa bila masih ada dalam dirimu ketakwaan.

Apabila Allah menganugerahkan kepadamu pemahaman dan kepandaian dalam pembahasan ilmu, maka janganlah bersenang hati sedangkan hatimu tidak memiliki sifat wara’.

Adz Dzahabi berkata : semoga Allah membinasakan orang-orang yang cerdas tapi tanpa ilmu, dan (semoga Allah) meridhai orang-orang yang bodoh namun bertakwa.

Wahai penuntut ilmu…!

Kalaulah ilmumu tidak mewariskan kepadamu rasa takut kepada Allah, niscaya ia akan mewariskan kepadamu lawannya : yaitu riya’ dan nifaq !!

Sesungguhnya tidaklah takut kepada Allah melainkan hamba-hamba Allah dari kalangan orang yang berilmu.

Apabila keadaan tidak menjadi jelas bagimu sehingga engkau hilangkan dirimu di dalam perintah dan larangan, maka pada saat itulah engkau berdiri di atas hakikat !

Wahai penuntut ilmu..!

Apabila telah kau peroleh ilmu dan telah pula kau hafalkan, maka tidak ada yang tersisa darimu melainkan beramal ! apabila engkau terlambat dan kurang gairahmu untuk menggapainya, maka Ya Allah… betapa besar musibah menimpamu akibat ilmumu ! Betapa beratnya cobaan yang kau timpakan pada dirimu ! Renungkanlah keadaanmu, dan hisablah dirimu ! Kalau tidak, silakan pulang ke rumahmu, tinggallah di dalam mihrab nenekmu ! Itu lebih baik bagimu !!

Wahai penuntut ilmu..!

Jadikan dirimu bunga dalam perjalanan bintang petunjuk dan pelita dalam kegelapan. Bertakwa dalam keadaan lemah, dan lemah dalam kesombongan !

Pintalah pertolongan dengan hal tersebut untuk mengendalikan dirimu dan menenangkan dari kesombongannya !

Bila kau kira dirimu memiliki keunggulan dalam ilmu sunnah maka bacalah biografi Imam Bukhari !

Bila engkau kira dirimu memiliki kemampuan dalam penelitian fiqih maka lihatlah biografi Imam Syafi’i !

Jika jiwamu mengatakan telah sampai pada puncak dalam ilmu ushul dan maqashid maka lihatlah Imam Syathibi !

Jika engkau mengira pada suatu hari engkau telah meraih banyak ilmu dan cabang-cabangnya, maka janganlah engkau lupakan perkataan Imam Syafi’i tentang Imam Ahmad bin Hanbal : “Ahmad adalah seorang imam di dalam delapan hal : imam dalam ilmu hadits, imam dalam ilmu fiqih, imam dalam ilmu bahasa, imam dalam ilmu Al-Quran, imam dalam kefaqiran, imam dalam kezuhudan, imam dalam sifat wara’ dan imam dalam as-sunnah !

Jika jiwamu menipumu bahwasannya engkau adalah orang yang berpaling dari dunia dan zuhud terhadapnya maka bacalah sejarah Ibrahim al Hirbiy !

Jika tergambar dari dirimu bahwa engkau adalah seorang yang wara’ maka renungkanlah kehidupan Ayyub, Ibnu Sirin dan al Hasan al Bashriy !

Wahai penuntut ilmu..!

Jika hatimu dipenuhi rasa gembira di saat jelas bagimu masalah yang tersembunyi, atau tersingkap bagimu apa yang sulit dipahami, namun tidak gembira hatimu di saat mendengar seruan shalat?  Pahamilah bahwa tidak ada yang iri kepadamu ! Dan tidaklah yang semisal denganmu bergembira ! Selidikilah apa yang tersembunyi di dalam jiwamu, niscaya kau akan temukan apa yang tersimpan di dalamnya !

Wahai penuntut ilmu..!

Rendahkan dirimu terhadap saudara-saudaramu, berlemah lembutlah kepada mereka, jauhilah olehmu perangai kasar dan tidak sopan ! Hati-hatilah dari meremehkan manusia dan menolak kebenaran ! Waspadalah dari penyakit sok tahu dan ‘ujub ! Sesungguhnya hal itu adalah penyakit yang begitu ringkih jalan yang ditempuhnya namun begitu cepat kemunculannya, terlebih lagi kemunculannya di saat berbantah-bantahan.

Wahai para penuntut ilmu…!

Sebarkanlah manfaat dan muliakanlah keluarga dengan kesungguhan !

Jikalau engkau sudah mengetahui, bahwasannya termasuk di antara sebab-sebab yang dapat memasukkan dirimu ke dalam surga adalah dengan memberikan makanan, maka bagaimanakah keadaanmu hari ini?

Bila engkau merasa keberatan disebabkan sempitnya waktu dan semangatmu dalam menuntut ilmu, maka ketahuilah bahwa waktu yang engkau sediakan untuk memberikan manfaat kepada saudaramu adalah lebih baik daripada banyaknya waktu yang engkau disibukkan dengannya.

Wahai para penuntut ilmu…!

Waktu terus berlari bagaikan kilat. Orang-orang yang menyesatkan dari kebenaran pun terus memalingkan manusia setiap saat. Maka tiada jalan keluar bagimu kecuali tali Allah yang kokoh. Tetaplah engkau di atasnya, peganglah erat-erat! Ketahuilah bahwa kepala dari amalan adalah keikhlasannya. Bila engkau salah jalan janganlah engkau cela kecuali dirimu sendiri, yaitu di kala hawa nafsu menyambarmu atau syahwat menyeretmu ke tempat yang jauh.

Yang terakhir, wahai para penuntut ilmu…

Perjalanan sungguh berat, bagi penempuhnya ada harga yang harus dibayar dari harta dan jasadnya, selain tujuannya ada banyak penyesat dan perintangnya. Akan tetapi di akhirnya adalah surga yang indah dan kebahagiaan yang langgeng. Maka bertawakkallah kepada Allah, tetaplah pada jalanmu dan jadikan semboyanmu ” Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami” [Al-‘Ankabut : 69].

Iklan

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s