Oleh: Mamduh Farhan al-Buhairi

Wanita Kristen dari Malaysia itu berkata di dalam surat kepada temannya di Indonesia:

“Akan tetapi, jika kamu percaya pada Yesus bahwa Dialah juru selamat manusia, percayalah kamu pasti diselamatkan.

Jawab:

Saya katakan: Bahkan percayalah Anda, bahwa pikiran adanya juru selamat bagi manusia adalah pokok pemikiran Yahudi. Oleh karena itulah orang-orang Yahudi hingga hari ini mengimani adanya juru selamat bagi mereka. Yahudi terbagi menjadi dua kelompok, sekte SafaradimTunjukkan huruf latin (Ambassaradim) dan sekte Eskanazim (Ashkenazim), dan masing-masing sekte mengeklaim bahwa dia memiliki juru selamat yang berbeda dengan sekte lain tentang penyebutan nama juru selamat tersebut. Safaradim berkeyakinan bahwa juru selamat bagi mereka adalah Svardia, sedang Eskanazim berkeyakinan bahwa juru selamat mereka adalah Shkinazia. Dikarenakan agama Yahudi jauh lebih kuno daripada Nasrani, dan demi kemaslahatannya dalam perubahan Kitab Suci setelah Taurat agar yang tetap ada agama mereka yang batil, dan tetap ada juga keimanan mereka kepada Nabi-Nabi mereka saja tanpa Nabi-Nabi Allah, dan Rasul-Nya yang Allah utus untuk seluruh manusia; untuk tujuan ini semua, mereka turut andil dalam mengubah-ubah Bibel, lalu memasukkan pemikiran “juru selamat baru” padanya. Dan sebelumnya mereka telah menuduh zina Maria h,  dan merekalah yang telah membunuh al-Masih (seperti keyakinan Nasrani).

Janganlah Anda menyangka bahwa Nasrani saja satu-satunya agama yang memiliki pemikiran adanya al-Masih sang juru selamat. Terdapat 16 juru selamat bagi banyak agama dan kelompok. Terdapat juru selamat bagi agama berhala India, yaitu Dewa Krishna yang telah disalib pada tahun 1200 SM. Ada juga juru selamat bagi orang Hindu Dewa Sakiya yang telah disalib pada 600 SM. Juga ada juru selamat bagi penganut Miksik, yaitu Dewa Kiksaleckot yang telah disalib pada 587 SM. Ada juru selamat untuk bangsa Romawi, yaitu Dewa Kwerenas yang disalib tahun 506 SM. Ada juru selamat bagi penduduk Tibet, yaitu Dewa Indra yang telah disalib pada 725 SM. Juru selamat bagi negeri Persia yaitu Dewa Mithra yang telah disalib pada 600 SM. Juru selamat bagi orang-orang Mesir, yaitu Dewa Tsulis yang telah disalib pada 1700 SM. Dan dewa-dewa lain seperti  Dewa Hisus (Jesús)  bagi orang-orang Eropa, dan Dewa Ayar (Mei) bagi penduduk Nepal. Dan yang aneh, bahwa seluruh juru selamat tersebut telah disalib, dan yang lebih mengherankan lagi adalah sebagian mereka telah disalib persis seperti disalibnya al-Masih. Dan yang mencengangkan lagi adalah bahwa semuanya disalib karena penghapusan kesalahan-kesalahan manusia, dan penghapusan dosa makhluk.

Kita perhatikan bahwa berbagai sejarah penyaliban itu lebih kuno daripada penyaliban al-Masih. Jadi pemikiran tersebut adalah pemikiran kuno, dan ikut-ikutan orang lain tampak jelas di dalamnya. Oleh karena itu, agar agama Masehi ini tetap lestari dan tidak punah haruslah dibuat pemikiran tersebut yang telah diambil dari agama-agama lain.

Di sinilah berhak bagi kami untuk bertanya-tanya, “Jika keyakinan salib dan pengorbanan itu benar, maka mana di antara ke sekian juru selamat itu yang hakiki (paling benar)?”

Apa yang menjadikan saya harus beriman kepada Yesus bahwa dia adalah seorang juru selamat, dan tidak beriman dengan Tuhan Persia Mithra sebagai juru selamat kita?[1]

Kemudian, sekalipun terpaksa mengatakan bahwa al-Masih ‘alaihi salam adalah seorang juru selamat yang hakiki, maka dia akan menjadi juru selamat bagi kaum Bani Israil saja tidak selain mereka, sebagaimana dikatakan oleh Paulus dalam Kisah Para Rasul 13:23 Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. Yaitu, sungguh disayangkan bahwa Yesus ternyata bukan juru selamat bagi orang-orang Indonesia dan selain mereka. Oleh karena itulah tempat kembali kalian adalah adzab Allah, karena tidak ditemukan bagi kalian seorang juru selamat.

Wanita Kristen:

Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, tak seorang pun yang bisa diselamatkan. Sekalipun mereka telah berbuat baik. Akan tetapi, oleh karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal yang dikandung dari Roh Kudus supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

Jawab:

Saya memiliki satu pertanyaan yang tidak akan saya ajukan kepada Anda, karena sulitnya pertanyaan tersebut. Akan tetapi saya akan mengajukannya kepada setiap pendeta dan gereja di mana saja, dan saya berangan-angan agar mereka menjawabnya. Minimal jika mereka tidak ingin menjawab majalah Qiblati, mereka menghadapkan hakikat kepada kalian, dan menjawab kalian, jika mereka mampu.

Pertanyaan tersebut adalah, ‘Apakah Yesus adalah juru selamat bagi pengikutnya yang hidup pada zamannya, atau juga juru selamat bagi para pengikut setelahnya?’

Mereka harus menjawab salah satu dari dua pilihan tersebut, dan yang paling manis dari keduanya adalah pahit. Sebab, jika mereka menjawab bahwa Yesus adalah juru selamat bagi pengikutnya di zamannya saja, maka ini adalah sebuah kezaliman yang menimpa orang-orang yang beriman kepadanya setelahnya. Jika mereka menjawab bahwa dia juga juru selamat pula bagi para pengikut setelahnya, maka sungguh Yesus telah membantu kezaliman, kemaksiatan, dan permusuhan, serta mendorong untuk membunuh, mencuri, korupsi dan maksiat lainnya, karena setiap pelaku kejahatan akan bebas dari dosa hanya dengan sekedar pengakuannya terhadap pelanggaran dosa tersebut. Dan dia langsung akan mendapatkan ampunan, dan hidup dengan kehidupan yang kekal. Maka keadilan apakah yang ada dalam aqidah yang rusak ini?!

Wanita Kristen:

Sebab dalam Yohannes 4:16, yesus berkata, akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tak ada seorangpun yang datang kepada Bapak kalau tidak melalui Aku.

Jawab:

Dalil tersebut dipakai oleh orang-orang Nasrani sebagai dalil atas ketuhanan Yesus. Padahal saat memperhatikan dengan benar, kita mendapati bahwa dalil itu sama sekali tidak menunjukkan keTuhanannya baik dari jauh maupun dekat, akan tetapi malah menunjukkan bahwa Yesus itu adalah seorang Rasul.

Ucapan Yesus ‘akulah jalan adalah benar, tidak ada seorangpun mampu sampai kepada Allah kecuali dari sela-sela utusan-Nya yang Dia utus. Mereka adalah orang yang mengetahui tentang Allah, halal, haram, dan segenap pengajaran. Oleh karena itu, para Rasul itu adalah jalan yang dari sela-sela mereka manusia akan bisa sampai kepada Allah Subhanaahu wa Ta`ala .

Oleh karena itulah kami beriman bahwa Yesus adalah jalan kepada Allah, seperti nabi-nabi lainnya ‘alaihi salam.

Ucapan Yesus ‘akulah… kebenaran’, maka kamipun beriman bahwa Yesus adalah seorang Rasul yang haq (benar) dari sisi Allah, yang Allah telah mengutusnya untuk menyampaikan risalah-Nya, agar menjadi sebab hidayah manusia menuju jalan haq (benar), yang menyampaikan kepada Allah, dan mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju terang.

Ucapan Yesus ‘akulah… hidup’ yaitu kehidupan yang kekal dalam kenikmatan akhirat bagi setiap orang yang menjawab dakwahnya, yang telah dipikulkan oleh Allah Subhanaahu wa Ta`ala kepadanya sebagaimana para Nabi dan Rasul yang lain.

Ucapan Yesus ‘Tak ada seorangpun yang datang kepada Bapak kalau tidak melalui Aku’ maka ya, benar, tidak seorang pun mampu sampai kepada Allah kecuali dari sela-sela para Rasul-Nya, karena mereka adalah jalan hidayah (petunjuk). Mereka adalah manusia yang paling tahu tentang Allah, makhluk yang paling tahu tentang segala yang dicintai dan dimurkai Allah.

Wanita Kristen:

Matius 10:32, yesus berkata, ‘Setiap orang yang mengakui aku di depan manusia, aku juga akan mengakuinya di depan Bapaku di Sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal aku di depan manusia, aku juga akan menyangkalnya di depan bapakku di sorga.

Jawab:

Seandainya manusia itu menguasai akalnya, pastilah menjadi jelas baginya dari dalil ini bahwa Yesus menafikan ketuhanan dari dirinya. Dikarenakan dia menafikan perbuatan dari dirinya sendiri. Cukuplah dia menjadi seorang saksi atas umatnya, sebagaimana para Nabi dan Rasul lain. Allah Subhanaahu wa Ta`ala lah satu-satunya yang Maha Kuasa, dan berbuat. Sebagaimana nash (teks) ini datang bersesuaian dengan pondasi agama Islam. Yaitu bahwa para Nabi memiliki syafaat pada hari kiamat, demikian pula para malaikat dan orang-orang mukmin memberikan syafaat. Hanya saja syafaat Nabi Muhammad Sholallohu `alaihi wa sallam adalah yang terbesar. Maka syafaat beliau Sholallohu `alaihi wa sallam mencakup setiap orang yang masuk ke dalam neraka dari para pelaku maksiat dari golongan ahli tauhid.

Sebagaimana menjadi jelas dari dalil Bibel tadi bahwa Yesus akan datang sebagai saksi atas kaumnya. Hal inipun bersesuaian dengan syariat Islam, dan sifat-sifat para Nabi. Allah Subhanaahu wa Ta`ala telah mensifati Nabi Muhammad Sholallohu `alaihi wa sallam dalam al-Qur`an dengan saksi atas umat beliau. Allah Subhanaahu wa Ta`ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا (٤٥)

“Hai Nabi, Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk Jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan,” (QS. Al-Ahzab (33): 45)

Allah Subhanaahu wa Ta`ala berfirman:

…وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا

“… dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu….” (QS. Al-Baqarah (2): 143)

Allah Subhanaahu wa Ta`ala berfirman:

فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلاءِ شَهِيدًا (٤١)

“Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (Rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).” (QS. An-Nisa` (4): 41)

Allah Subhanaahu wa Ta`ala berfirman:

وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِي كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا عَلَيْهِمْ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَى هَؤُلاءِ ….

“(dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia….”(QS. An-Nahl (16): 89)

Dan ayat-ayat lain. Jadi apa yang akan dilakukan oleh Yesus pada hari kiamat, juga akan dilakukan oleh seluruh Nabi.

Wanita Kristen:

I Korintus 8:6, Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapak yang daripada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup,

Jawab:

Bukanlah suatu hal yang penting Anda mengakui Tuhan, akan tetapi apakah Tuhan mengakui Anda sekalian, dan mengakui cara ibadah yang Anda lakukan?!

Kemudian dalam nash (teks) tersebut dia mengatakan satu Allah saja, tapi Anda mengatakan tiga?!!

Adapun ucapannya “yaitu Bapak yang daripada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup”, maka benar, itu adalah dakwah Islam, dan dakwah Nabi Islam, dan ayat al-Qur`an, serta sabda-sabda Nabi Muhammad Sholallohu `alaihi wa sallam telah menunjukkan akan hal itu.

Wanita Kristen:

dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

Jawab:

Pada Nash yang sebelumnya bagi Anda ada satu Tuhan saja yaitu Allah (Bapak), dan dalam Nash ini kalian memiliki satu Tuhan saja yaitu Yesus?!!

Anda melakukan kontradiksi. Anda sendiri yang menentang diri Anda. Demikianlah segala sesuatu jika tidak berasal dari sisi Allah, pastilah akan terdapat banyak perselisihan. Inilah pembenar firman Allah Subhanaahu wa Ta`ala dalam al-Qur`an:

أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلافًا كَثِيرًا (٨٢)

“Maka Apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (QS. An-Nisa` (4): 82)

Kemudian, bagaimana Yesus menjadi Tuhan sementara Bibel tidak mendatangkan satu bukti pun akan hal itu?

Jika Yesus adalah Tuhan, maka di mana dia pernah memerintahkan para pengikutnya untuk menyembahnya?!

Kemudian bagaimana Allah menciptakan segala sesuatu, karena Yesus kemudian menjadikan manusia yang telah Dia ciptakan, karena Yesus membunuh Yesus?!!

Kemudian apakah orang yang dibunuh manusia menjadi Tuhan?!! Lalu dimana kekuasaan dan kekuatan Tuhan serta perbuatan-Nya di alam ini?!

Lalu di mana Bapak saat Dia melihat anak satu-satunya dibunuh?!!

Wanita Kristen:

Dalam Matius 10:37 Yesus berkata, Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. 

Jawab:

Ini adalah dalil lain bahwa Yesus adalah seorang Nabi, bukan Tuhan. Seandainya dia adalah Tuhan, pastilah dia tidak butuh perbandingan keTuhanan dirinya dengan manusia. Seharusnya; dia adalah Tuhan, dan seluruh manusia rendah darinya, maka bagaimana dia masukkan dirinya sendiri dalam perbandingan dengan manusia sementara dia adalah Tuhan. Dan perkara yang menguatkan nash ini, yaitu bahwa dia adalah seorang Nabi yang diutus adalah pembicaraan tersebut telah disebutkan oleh Nabi Muhammad Sholallohu `alaihi wa sallam , dimana beliau bersabda:

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتىَّ أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ نَفْسِهِ

“Tidak beriman salah seorang dari kalian hingga aku menjadi orang yang paling dia cintai daripada dirinya sendiri.”

Jadi arah pembicaraan Yesus ‘alaihi salam adalah sama dengan arah pembicaraan para Nabi. Adapun Tuhan maka tidak layak membandingkan diri-Nya dengan manusia.

Shalawat dan salam atas Nabi kita Isa ‘alaihi salam dan Ibunya, Maryam yang suci h. (AR)*

[1]

Orang Persia saling mewarisi keyakinan ini hingga mereka berkeyakinan bahwa Ali dan para Imam memiliki kekuasaan Kauniyah (bertindak dalam alam ini), yaitu bahwa mereka menciptakan, dan bahwa mereka adalah orang-orang yang memasukkan manusia ke dalam sorga, dan merekalah yang memasukkan manusia ke dalam neraka, kemudian mereka mengeklaim bahwa siapa yang ingin selamat wajib baginya untuk beriman kepada Ali dan para imam lain bahwa mereka adalah orang-orang ma’shum (yang bebas dari kesalahan) yang wahyu telah diberikan kepada mereka, dan bahwa mereka lebih utama daripada seluruh para Nabi dan Rasul.

Termasuk di antara para imam itu adalah imam yang kedua belas yang masih bersembunyi di pengasingan, padahal dia memiliki kekuasaan kauniyah sebagaimana halnya para imam lain sebagaimana mereka klaim. Yaitu bahwa dia memiliki kekuasaan untuk mengatakan kepada sesuatu, ‘Jadilah, maka jadilah.’ Maka dia mampu dalam sekejap untuk menghapus negeri-negeri kafir dan musuh-musuhnya hanya dalam sekejap saja. Sungguh aneh, bagi orang yang tengah bersembunyi ini, yang memiliki kemampuan Kauniyah, dan tidak menggunakannya. Sungguh aneh bagi ‘Ali Rodiallohu `anhu yang memiliki kemampuan kauniyah, dan tidak mampu menghancurkan Mu’awiyah Rodiallohu `anhu , dan tidak mampu melindungi dirinya dari pembunuhan. Sungguh aneh bagi al-Husain Rodiallohu `anhu yang wafat disembelih berdasarkan aqidah yang rusak ini. Keberadaannya yang memiliki kemampuan Kauniyah, namun sekalipun demikian dia tidak menciptakan air agar dia meminumnya, yang kemudian dia wafat dalam keadaan dahaga. Demikianlah cukup bagi Anda untuk beriman terhadap Ali dan para imam agar Anda menjadi penghuni sorga.

Kami memuji Allah Subhanaahu wa Ta`ala , bahwa keyakinan ini bukanlah termasuk keyakinan kaum muslimin, akan tetapi keyakinan orang-orang Persia. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan anugerah akal kepada kita.

Sumber: Majalah Qiblati edisi 11 tahun 5

artikel : http://qiblati.com/misi-wanita-nashrani-surat-seorang-wanita-nasrani-di-malaysia-bagian-6.html

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s