Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Saya telah beristri dan dikaruniai empat orang anak. Istri saya berhijab sejak beberapa tahun lalu. Dia sekarang sangat agamis dan taat beragama. Dia memberi saya informasi-informasi agama yang sangat banyak, tentang agama yang lurus, tentang jalan iman dan hukum halal dan haram.
Begitu kuatnya dalam beragama dan memegang amanah hingga dia mengakui perselingkuhannya pada masa-masa lampau. Dia mengaku sangat menyesal dan siap menerima hukuman apapun untuk menebus dosa. Sejak saat itu saya stres berat. Saya bingung tidak mengetahui apa yang harus saya perbuat, apakah saya membunuhnya atau menceraikanya atau menghalanginya dari anak-anaknya, saya harus bunuh diri? Mohon nasehat dan fatwanya.

Wa’alaikum salam Wr. Wb.
Saudaraku yang terhormat semoga kamu dijaga oleh Allah, semoga Allah memberikan hidayah kepadamu dan melanggengkan kedekatanmu dengan-Nya.
Saudaraku, membaca suratmu, aku tertegun dan terperanjat memikirkan niatmu, sebab sangat jauh berbeda dengan apa yang ada dalam ajaran agama kita yang hanif ini.
Saudaraku, kita adalah manusia yang hidup di atas muka bumi. Allah telah menginginkan kita untuk diciptakan dari tanah dan telah menetapkan atas kita adanya kesalahan dan kebenaran. Bahkan Rosul  bersabda: “Seandainya kalian tidak berdosa dan bertaubat niscaya dia akan melenyapkan kalian dan menggantinya dengan kaum yang berdosa dan memohan ampunan.”
Saudaraku, lupakah kamu bahwa setiap anak Adam adalah ahli berbuat salah. Dan sebaik-baik orang yang salah adalah yang bertaubat ?! Bagaimana engkau bisa lupa terhadap makna-makna ini ?. Apakah engkau ingin agar dia kelur dari kemanusiaan ini dan menjadi malaikat?!.
Saudaraku, taukah engkau bahwa orang yang berdosa dan bertaubat berada pada posisi yang lebih baik dari pada sebelumnya?. Tahukah engkau bahwa Allah sangat mencitai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang bersuci?. Lalu dari apakah ia bertaubat jika tidak berdosa?. Apakah Allah mencintai semua orang? Tidak .Seandainya bukan karena agungnya kedudukan orang yang bertaubat tentu Allah tidak akan mencintainya.Bukankah penghulu kita Adam  Pernah berdosa?. Apakah Allah mengusir dia dari rohmat-Nya ?. Tidak. Dia Nabi Allah yang didekatkan kepada-Nya.
Saudaraku aku lihat bahwa istrimu adalah wanita sholihah, kalau bukan karena keshalihannya tentu dia tidak akan berterus terang kepadamu. Maka yang wajib kamu lakukan sekarang, begitu surat ini sampai kepadamu adalah:
1. Berterimakasihlah kepadanya dan berilah hadiah atas taubat dan keterusteranganya. Sekali lagi beri dia hadiah, karena engkau wahai saudaraku belumtentu lebih baik dari dia. Sedangkan Allah melimpahkan hadiah terbesar bagi orang yang mau bertaubat yaitu maghfiroh (ampunan) dan mahabbah (cinta). Maka apakah anda tidak memberinya hadiah?.
2. Pahamilah bahwa istrimu itu manusia. Tidak ada manusia yang terbebas dari dosa kecuali Rosul dan Nabi. Allah menerima taubat orang yang berdosa meski berulang-ulang setiap hari. Lakukanlah segera sebelum dia tertimpa tekanan batin yang hebat sehingga melakukan tindakan yang melahirkan penyesalan.
3. Ingatkan dirimu, dan ingatkan dirinya bahwa Allah menyebut dirinya dengan gelar al-Tawwab, al-Ghoffur dan al-Ghoffar. (Maha Menerima Taubat dan Maha Mengampuni). Kalau kita tidak berdosa lalu siapa yang akan Dia ampuni ? ini pertanyaan penting.
4. Anda harus kembali kepada Tuhanmu, betapa perbuatan yang engkau niatkan lebih besar dosanya dari pada dosa istrimu!.
Apakah engkau akan membunuhnya ? manusia yang dicintai oleh Allah dan didekatkan kepadanya karena taubatnya? Apakah engkau membunuh diirmu sendiri yang kemudian nasibmu berakhir di neraka Jahannam sebagai hukumannya? Apakah engkau melakukan perbuatan halal yang paling tidak disukai Allah yaitu cerai?!. Engkau harus bertaubat kembali kepada Allah, mohonlah ampunan kepadaNya, pegang erat-erat dan gigit kuat-kuat untuk mempertahankan istrimu yang kini menjadi wanita sholihah itu.
Semoga Allah membimbingmu kepada kebaikan dan keridhaanNya dan menetapkan kebahagiaan abadi untukmu berdua. Amin

 

sumber : http://qiblati.com/istriku-bertaubat-mengakui-perselingkuhannya.html

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s