وعن أبي يزيد معن بن يزيد بن الأخنس رضي الله عنهم، وهو وأبوه وجده صحابيون، قال: كان أبي يزيد أخرج دنانير يتصدق بها فوضعها عند رجل في المسجد فجئت فأخذتها فأتيته بها، فقال: والله ما إياك أردت فخاصمته إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: لك ما نويت يا يزيد، ولك ما أخذت يا معن

“Dari Abu Yazid Ma’n bin Yazid bin al-Akhnas –semoga Allah meridhai mereka- dia, bapaknya dan kakeknya adalah sahabat Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam, dia berkata : Yazid ayahku pernah bersedekah beberapa dinar dan meletakkannya di sisi seseorang[1] di masjid. Aku mendatangi dan mengambilnya, kemudian membawanya kepada ayahku. Dia berkata : Demi Allah, aku tidak bermaksud bersedekah untukmu. Aku pun mengadukan hal ini kepada Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam. Beliau berkata, “Wahai Yazid, bagimu apa yang engkau niatkan, dan wahai Ma’n, buatmu apa yang engkau ambil”. [H.R. Bukhari : 1333].

Faidah :

  1. Apa yang didapatkan oleh seseorang adalah sesuai dengan niatnya, meskipun keadaannya tidak sesuai dengan niatnya. Contoh lain : misalkan ada seseorang yang tidak bisa membedakan antara haji dan ‘umrah, kemudian dia berniat ‘umrah bersama orang banyak yang sedang melakukan haji, dia pun mengikuti mereka berkata “Labbaika hajja”. Maka tetap terhitung baginya ‘umrah, bukan haji.
  2. Diperbolehkannya sedekah kepada anak. Dalilnya adalah hadist Abdullah bin Mas’ud –semoga Allah meridhainya- yang mana dia berkata kepada Zainab istrinya yang hendak bersedekah, “Suami dan anakmu lebih berhak untuk mendapakan sedekahmu”, sedangkan Abdullah termasuk orang yang faqir. Istrinya menjawab, “Tidak, sampai aku tanyakan lebih dahulu kepada Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam”. Beliau bersabda, “Abdullah benar, suami dan anakmu lebih berhak untuk mendapatkan sedekahmu”.
  3. Diperbolehkan memberikan zakat kepada anak selama tidak diniatkan untuk menggugurkan kewajibannya kepada anaknya tersebut. Misalnya yaitu supaya anaknya dapat membayar hutangnya.

Wallohu a’lam.

Referensi : Syarah Riyadhu ash-Shalihin oleh Muhammad ibn Shalih al-‘Utsaimin (w. 1421 H)


[1] Yaitu mewakilkan sedekahnya kepada orang itu, supaya membagikannya kepada orang-orang yang membutuhkan. Ini sebagaimana yang dijelaskan oleh al-hafidz Ibnu Hajar di dalam Fathu al-Bariy

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s