Imam as-Suyuthi rahimahullah menuliskan di dalam kitab beliau Al-Amru bi al-Ittiba’ wa An-Nahy ‘an al-Ibtida’ sebuah pasal : Apa Yang Dikira Oleh Manusia Sebagai Ketaatan dan Taqarrub Padahal Bukan Demikian

Berikut ini daftarnya –penjelasannya silakan merujuk ke kitab tersebut, lihat juga sebagian penjelasannya di sini – :

  1. Shalat di waktu-waktu yang terlarang
  2. Berpuasa di hari-hari yang terlarang
  3. 3.       Shalat Raghaib
  4. Shalat di malam Nishfu Sya’ban dengan berjama’ah dan menjadikannya sebagai hari besar dan sy’iar (yang khusus).
  5. Shalat al-Alfiyah di malam nishfu Sya’ban.
  6. Puasa (di bulan) Rajab.
  7. Menyalakan lampu-lampu/ api di malam nishfu Sya’ban.
  8. Berdoa bersama-sama (berjama’ah) di senja hari ‘Arofah.
  9. Mengkhususkan safar ke Bait al-Maqdis di musim haji.
  10. Mengeraskan suara ketika berdoa.
  11. Bersedih dan berduka cita di hari ‘Asyura.
  12. Mandi, bercelak dan saling bersalaman di hari ‘Asyura.
  13. Membaca surat Al-An’am di dalam satu raka’at shalat Tarawih –secara khusus-.
  14. Mengumpulkan ayat-ayat sajdah di penghujung selesainya bacaan Al-Quran di raka’at terakhir shalat Tarawih.
  15. ‘Memble’/ malas-malasan ketika berbicara dan ketika berjalan.
  16. Menyendiri dan tidak mau menikah.
  17. Menyibukkan diri dengan ibadah sunnah tapi tidak mau mengaji/ menuntut ilmu.
  18. Membedakan/ memisahkan antara ‘hakikat’ dan ‘syari’at’.
  19. Menyusahkan/ menyiksa diri sendiri dan meninggalkan hal-hal yang mubah.
  20. Sombong dan tinggi hati.
  21. Menampakkan ‘kezuhudan’.
  22. Diam tidak berbicara.
  23. Kagum dengan amalannya sendiri.
  24. Mengenakan pakaian bertambal untuk menampakkan kezuhudan.
  25. Mengenakan pakaian syuhroh –ketenaran-.
  26. Khatib mengetuk tiga kali ketika naik mimbar.
  27. Khatib memperlambat ketika naik mimbar, sibuk berdoa sebelum menghadapkan wajahnya kepada jama’ah.
  28. 28.   Khatib mengangkat tangannya ketika berdoa
  29. Khatib menoleh ke-kanan dan ke kiri ketika menasihati jama’ah.
  30. Mengeraskan suara ketika bershalawat ke atas Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam.
  31. Tidak bergegas di dalam mengurus jenazah.
  32. Berkumpul ketika ta’ziyah.
  33. Was-was ketika berwudhu.
  34. Was-was ketika berniat shalat.
  35. Memenuhi jalan tanpa hak.
  36. Musbil –menjulurkan kain baju/ celana-.
  37. Senang dipuji.
  38. Menghias masjid dan mushaf.

Allohu a’lam

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s