(189 PERTANYAAN YANG DAPAT MENUNTUN MEREKA KEPADA AGAMA NABI SAW DAN AHLUL BAIT)

OLEH

Sulaiman ibn Shalih al-Kharasyi

diterjemah dan disajikan

oleh Abu Hamzah al-Sanuwi

 

Mukaddimah

Segala puji bagi Allah yang berfirman:

وَأَنَّ هَـذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. (QS. Al-An’am: 153)

Shalawat dan salam untuk Nabi penutup yang bersabda:

وَإِنَّ هَذِهِ الْمِلَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ ثِنْتَانِ وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَهِيَ الْجَمَاعَةُ فِي رِوَايَةٍ : مَنْ كَانَ عَلَى مِثْلِ مَا أَنَا عَلَيْهِ الْيَوْمَ وَأَصْحَابِي

“Sesunggunya agama (ummat) ini akan terpecah menjadi 73 (kelompok), 72 di (ancam masuk ke) dalam Neraka dan satu yang didalam Surga, dia adalah Al-Jama’ah”.

Amma ba’du: Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menginginkan -dengan iradah kawniyyah-Nya- agar umatIslam berpecah menjadi bergolong-golong, berkelompok-kelompok dan bermadzhab-madzhab yang banyak, sebagian memusuhi sebagian yang lain, sebagian berbuat makar terhadap yang lain, menyalahi apa yang Allah perintahkan pada saat terjadi perselisihan yaitu mengembalikan kepada Kitab-Nya dan sunnah Nabi-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dalam firman-Nya:

فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (A-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. An-Nisa`: 59).

Oleh karena itu diantara kewajiban orang yang menasehati umatnya, mencintai persatuan dan kesatuannya adalah berupaya –semaksimal mungkin- dalam menyatukan mereka di atas kebenaran, dan mengembalikannya kepada apa yang ada di masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, baik aqidahnya, syariatnya dan akhlaknya. Demi mengikuti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ

dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, (QS. Ali Imran: 103)

Diantara yang mendesak masalah ini adalah memberi pencerahan putera puteri sekte-sekte yang menyimpang dari dakwah Al-Qur`an dan sunnah, dengan segala penyimpangan yang ada pada mereka yang selama ini telah menghalangi mereka dari hidayah dan jama’atul muslimin.

Dari sini maka muncullah ide untuk mengumpulkan pertanyaan-pertanyan serta konsekuensi-konsekuensi logis yang diajukan kepada para pemuda dari kelompok syiah itsnayasyriyyah (Rafidhah), dengan harapan bisa mengembalikan orang-orang berakal Dario mereka kepada kebenaran; pada saat mereka merenungkan pertanyaan-pertanyaan dan konsekuensi-konsekuensi logis ini  yang tidak mungkin bisa lari atau membantah, kecuali dengan menetapi dakwah Al-Qur`an dan sunnah yang bebas dari kontradiksi-kontradiksi ini.

Saya sungguh ta’jub dengan apa yang dilakukan oleh seorang pemuda syiah yang sudah bertaubat, ketika menceritakan kepindahannya dari kesesatan (syiah) menuju kebenaran (sunnah) dalam satu buku yang ia beri judul dengan judul yang sesuai yaitu “aku mendapatkan sahabat dan tidak kehilangan ahlul bait”!

Ia -semoga Allah memantapkannya- benar-benar mendapat taufiq dari Allah dalam pemilihan judul ini, karena muslim yang benar tidak merasa keberatan untuk menggabungkan antara mencintai  ahlul bait dan mencintai para sahabat semuanya.

Dia mengingatkan kita dengan seorang nasrani yang masuk islam lalu menulis buku dengan judul “aku mendapatkan Muhammad tanpa kehilangan Yesus A’laihi Sallam”

Kami memohon kepada Allah agar menjadikannjya bermanfaat bagi para pemuda syiah yang diberi taufiq, dan agar menjadikannya sebagai kunci kebajikan bagi mereka, dengan mengingatkan bahwa rujuk kepada kebenaran lebih baik dari pada terus mengikuti kebatilan. Juga seorang syiah ketika konsisten dengan sunnah, senang dengannya, dan membelanya maka bisa jadi ia mengungguli ahli sunnah yang malas dan berpaling dari agama mereka, yang larut dalam syahwat atau terjatuh dalam syubhat. Allah berfirman:

مَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِأَنفُسِهِمْ يَمْهَدُونَ

Barangsiapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barangsiapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan) (QS. Ar-Ruum: 44)

Wallau a’lam. Semoga shalawat dalam salam tercurah bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, para keluarganya dan sahabatnya….. aamiin.

(diterjemah di Malang Rabu, 17 R. Tsani/ 23 Maret 2011)

 

Khusus Untuk Pemuda Syiah

Ilzamat

(Konsekuensi-konsekuensi Logis)

  1. Syiah berkeyakinan bahwa Ali Radhiallahu ‘Anhu adalah imam yang ma’shum, kemudian kita mendapati Ali Radhiallahu ‘Anhu –dengan diakui oleh Syiah- bahwa ia menikahkan putrinya yang bernama Kultsum saudari Hasan dan Husain dengan Khalifah Umar ibnul Khatthab!! Maka hal ini mengharuskan syiah (untuk mengatakan) satu dari dua perkara:
    • Pertama: bahwa Ali Radhiallahu ‘Anhu bukan ma’shum, karena menikahkan putrinya dengan orang kafir!, dan ini bertentangan dengan prinsip dasar syiah (yang mengatakan bahwa imam ma’shim), bahkan akibatnya harus mengatakan bahwa para imam lainnya juga tidak ma’shum.
    • Kedua: bahwa Umar adalah muslim! Yang menjadikan Ali (Yang ma’shum itu) rela mengambilnya sebagi mantu.

    Dua jawaban ini membingungkan orang syiah.

Bersambung……

sumber : http://www.gensyiah.com/khusus-untuk-pemuda-syiah-bag-1.html

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s