عَزِيْزٌ مَرْوِيْ اثنَيْنِ أَو ثلاثه مشهُورٌ مروي فوْق ما ثلاثه

“(hadist) ’aziz yaitu hadist yang diriwayatkan oleh dua orang atau lebih perawi, (hadist) masyhur adalah yang diriwayatkan oleh lebih dari tiga orang perawi”

Penjelasan :

Syaikh Ali bin Hasan al Halabiy hafidzahullah berkata[1] :

Syaikh Abdus Sattar memberikan koreksi menjadi :

عَزِيْزٌ مَرْوِيْ اثنَيْنِِ يا بَحّاثه مشهُورٌ مروي عَنِ الثلاثه

“wahai para pembahas, (hadist) ‘aziz yaitu hadist yang diriwatkan oleh dua orang perawi, sedangkan masyhur adalah hadist yang diriwayatkan oleh tiga orang (atau lebih)”

Al ‘Aziz yaitu : hadist yang memiliki dua orang perawi yang menyendiri pada setiap thabaqat-nya.

Contoh :

Hadist yang disebutkan oleh al Hafidz Ibnu Hajar di dalam “Nuzhatun Nadzar” [hal. 70] yaitu hadist yang diriwayatkan oleh Syaikhan dari Anas radhiyallohu ‘anhu, Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Salah seorang di antara kalian tidak dianggap beriman (dengan sempurna) sehingga saya lebih dicintainya melebihi cintanya terhadap orang tuanya, anaknya dan manusia seluruhnya”.[2]

Hadist tersebut diriwayatkan dari Anas oleh : Qatadah dan Abdul Aziz, diriwayatkan dari Qatadah oleh : Syu’bah dan Sa’id, diriwayatkan dari Abdul Aziz oleh : Isma’il Ibnu ‘Ulayyah dan Abdul Warist.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hadist Masyhur : Hadist yang diriwayatkan oleh tiga orang atau lebih perawi di setiap thabaqat (tingkatan) sanadnya, namun jumlahnya tidak mencapai kepada hadist mutawatir.

Contoh :

Dari Ibnu ‘Amr bahwasannya Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak mematikan ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hambaNya, akan tetapi Dia mematikan ilmu dengan matinya para ulama, sehingga apabila tidak disisakan seorang pun ulama maka orang-orang akan mengangkat orang-orang bodoh sebagai pemimpin. Mereka pun ditanya dan memberikan fatwa tanpa ilmu. Mereka tersesat dan juga menyesatkan.”[3]

Perawi yang meriwayatkan hadist di atas dari Ibnu ‘Amr berjumlah paling tidak tiga orang di setiap thabaqat-nya.[4]

Selain pengertian di atas, istilah “masyhur” juga dipakai untuk hadist-hadist yang terkenal di sebagian kelompok manusia, atau satu kurun manusia. Kadang kala ada juga hadist-hadist yang begitu dikenal oleh orang banyak padahal tidak memiliki sanad atau asal-usul, dan terkadang pula ada yang shahih atau mutawatir. Pengertian “masyhur” yang seperti ini memiliki beberapa jenis :

Masyhur/ terkenal di kalangan ahlul hadist saja,
Masyhur / terkenal di kalangan ahlul hadist, para ulama dan orang awam,
Masyhur/ terkenal di kalangan para ahli fiqih,
Masyhur/ terkenal di kalangan para ahli ushul,
Masyhur/ terkenal di kalangan para ahli nahwu,
Masyhur/ terkenal di kalangan orang awam.
Allohu a’lam.

[1] At Ta’liqat al Atsariyah [27]

[2] Sahih Bukhari [14] dan Sahih Muslim [44]. Riwayat Abu Hurairah adalah hadist no. 13 dalam Sahih Bukhari [Maktabah Syamilah].

[3] Sahih Bukhari [1/176, hadist no. 98], Maktabah Syamilah.

[4] Lihat di Fathul Bariy [1/195]

 

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s