HADIST MUTTASHIL

وَما بِسَمْع كلّ رَاوٍِ يَتصِل       إسنادُه لِلمُصْطفَي فالمُتصِل

al muttashil yaitu hadist yang para perawinya mendengarkan riwayat tersebut secara bersambung sampai kepada Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam

Penjelasan :

Syaikh Ali bin Hasan al Halabiy hafidzahullah berkata[1] :

Syaikh Abdus Sattar memberikan koreksi atas nadzam tersebut menjadi:

مَا بِسَمْع كلّ رَاوٍِ يَتصِل       إسنادُه لِلمُنتهَي فالمُتصِل

al muttashil yaitu hadist yang para perawinya mendengarkan riwayat tersebut secara bersambung sampai akhir sanadnya”

Al muttashil adalah :

هو الذي يتصل إسناده سواء أكان القائل هو النبي أم غيرَه

“yaitu hadist yang sanadnya bersambung, sama saja apakah sumbernya adalah ucapan Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam ataukah selain beliau”

Penjelasan hadist muttashil telah berlalu di dalam bab hadist shahih.

Beberapa Faidah[2] :

1. Setiap musnad pasti muttashil, tetapi tidak sebaliknya.

2. Hadist yang muttashil kadang disebut dengan al maushul (الموصول) atau al mu’tashil (المؤتصل). Istilah tersebut digunakan oleh imam Syafi’i di dalam kitab beliau ar Risalah.

3. Pada umumnya apabila disebutkan sebuah riwayat adalah ittishal maka menunjukkan bahwa riwayat tersebut bersambung sampai kepada Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam.

Allohu a’lam.


[1] At Ta’liqat al Atsariyah [26]

[2] Dari catatan pelajaran.

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

One response »

  1. […] Syaikh Ali bin Hasan al Halabiy hafidzahullah berkata[1] : […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s