HADIST MU‘AN’AN DAN MUBHAM

مُعَنْعَنٌ كعَنْ سَعيدٍِ عَن كرَمْ       ومُبْهَمٌ ما فيه رَاوٍ لمْ يُسَمّ

(hadist) mu’an’an yaitu seperti “ (diriwayatkan) dari Sa’id dari Karam”. Hadist Mubham yaitu hadist yang di dalamnya terdapat perawi yang tidak disebutkan namanya.”

Penjelasan :

Syaikh Ali bin Hasan al Halabiy hafidzahullah berkata[1] :

Syaikh Abdus Sattar memberikan koreksi menjadi :

مُعَنْعَنُ المُدلِّسِيْنَ عَن كرَمْ       ومُبْهَمٌ ما فيه رَاوٍ لمْ يُسَمّ

Mu’an’an oleh perawi mudallis yaitu seperti perkataan “dari Karam”. Hadist Mubham yaitu hadist yang di dalamnya terdapat perawi yang tidak disebutkan namanya.”

Para ulama sebagiannya menyamakan antara hadist mu’an’an (مُعَنْعَنٌ) dengan hadist muannan (مؤنّن), yaitu seperti perkataan “si Fulan telah menceritakan kepadaku bahwasannya Fulan berkata….”.

Al Mu‘an’an yaitu : hadist yang seorang atau lebih perawinya menyampaikan hadist dengan bentuk ‘an (عَنْ) yang berarti : dari.

Apabila perawi tersebut seorang Mudallis dan tidak menyatakan secara jelas bentuk periwayatannya dengan Tahdist atau tasmi’ maka hadistnya tertolak. Sedangkan bila perawi tersebut adalah orang yang tsiqah dan tsabt, tidak tertuduh melakukan tadlis, maka hadistnya diterima. Diterima pula mu’an’an dari seorang mudallis bila terdapat bentuk periwayatan yang jelas dengan tasmi’ pada jalur periwayatan yang lainnya untuk hadist yang sama.

Tadlis yaitu : menyembunyikan aib/ cacat

Faidah : Imam Bukhari, gurunya yaitu Ibnul Madiniy dan sebagian imam hadist lainnya memberikan persyaratan (diterimanya sebuah hadist) dengan dapat dipastikannya perjumpaan antara perawi mudallis dengan gurunya yang diriwayatkan dengan ‘an’anah. Adapun kebanyakan ulama lainnya -khususnya Imam Muslim- mencukupkan dengan syarat dua orang rawi tersebut hidup sezaman dan ada kemungkinan perjumpaan antara keduanya, meskipun tidak ada kabar yang pasti bahwa keduanya pernah berjumpa. Dan imam Muslim mengutip adanya kesepakatan atas persyaratan ini di dalam muqaddimah Sahih Muslim.

Mudallis yaitu : seorang perawi yang melakukan tadlis di dalam penyampaian sebuah hadist. Bentuk-bentuk tadlis akan dibahas menyusul insya Allah.

Mubham yaitu : Adanya seseorang yang tidak diketahui namanya, baik di dalam matan  (yang berhubungan dengan isi riwayatnya) maupun di dalam sanadnya (perawi).

Contoh :

Mubham matan : hadist Ibnu ‘Abbas radhiyallohu ‘anhuma : “Ada seorang laki-laki berkata, ‘wahai Rasulullah, apakah haji itu dilakukan setiap tahun?’…”

Pada riwayat di atas, si penanya tidak diketahui siapa orangnya. Akan tetapi dapat diketahui namanya pada jalur riwayat yang lain, yaitu Aqra’ bin Habis.

Mubham sanad : hadist Rafi’ bin Khadij dari pamannya mengenai larangan mukhabaroh. Di sini pamannya Rafi’ tidak diketahui namanya, dan pada riwayat lainnya diketahui namanya adalah Dzahir bin Rafi’

Faidah :

  1. Pada mubham sanad, pada asalnya hadistnya tidak diterima sehingga diketahui siapa perawi tersebut[2].
  2. Bila perawi yang mubham tersebut dari kalangan sahabat Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam maka hadistnya diterima, karena seluruh sahabat adalah ‘adil dan tsiqat dengan persaksian dari Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman (artinya) “dan Allah menjanjikan kebaikan bagi masing-masing mereka” [Al Hadid : 10]. Juga firmannya di dalam al Fath : 29 dan surat At Taubah : 100.[3]

Allohu a’lam.


[1] At Ta’liqat al Atsariyah [29]

[2] Di antara bentuk-bentuk mubham adalah seperti perkataan, “Seseorang telah mengabarkan kepadaku” atau “seorang yang tsiqah telah mengabarkan kepadaku” atau “seorang yang aku percayai telah mengabarkan” atau “seorang penduduk kampong ini telah mengabarkan kepadaku”. [syarah Mandzumah Baiquniyah oleh Syaikh Utsaimin, hal. 73].

[3] Syarah al Mandzumah al Baiquniyah oleh Syaikh Utsaimin hal. 73-74.

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

One response »

  1. […] Syaikh Ali bin Hasan al Halabiy hafidzahullah berkata[1] : […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s