HADIST MU’DHAL

والمُعْضَل الساقِطُ مِنْه اثنانٍِ       …….

“(hadist) mu’dhal yaitu (hadist) yang hilang/ gugur dua orang perawi di dalam (sanad)nya.”

 

Penjelasan :

Syaikh Ali bin Hasan al Halabiy hafidzahullah berkata[1] :

Mu’dhal : hadist yang di dalam sanadnya digugurkan dua orang perawi atau lebih secara berurutan dalam satu sanad, dan di bagian pertengahannya.

Sungguh bagus perkataan Syaikh Abdullah bin Ibrahim al ‘Alwiy mengenai definisi hadist mu’dhal :

ومُعْضلٌ مِن راويان خالِي       فصَاعِدًَا لَكِنْ مَع التوالي

“hadist mu’dhal yaitu hadist yang kehilangan dua orang perawi atau lebih secara berurutan.”

 

Contoh :

Sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Hakim dengan sanad sampai kepada al Qa’nabiy dari Malik, bahwasannya telah sampai kepada beliau bahwa Abu Hurairah berkata, Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,

(artinya) “bagi budak adalah makanan dan pakaian yang pantas, dan tidak dibebani dengan pekerjaan melainkan sesuai dengan kemampuannya.”

Hakim berkata, “ini adalah hadist mu’dhal dari Malik sebagaimana di dalam al Muwattha’.”

Penyebab mu’dhal-nya adalah gugurnya dua orang perawi secara berurutan, dari Malik sampai kepada Abu Hurairah, yaitu Muhammad bin ‘Ajlan dan bapaknya.

Allohu a’lam.


[1] At Ta’liqat al Atsariyah [34-35]

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

One response »

  1. […] Syaikh Ali bin Hasan al Halabiy hafidzahullah berkata[1] : […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s