HADIST MUNQATHI’

وكُل ما لمْ يتصِلْ بحَال       إسنادُه مُنقطِعُ الأوْصَال

“setiap hadist yang keadaan sanadnya tidak bersambung maka disebut munqathi’.”

 

Penjelasan :

Syaikh Ali bin Hasan al Halabiy hafidzahullah berkata[1] :

Munqathi’ : hadist yang sanadnya tidak bersambung disebabkan oleh gugur/ hilangnya seorang perawi atau lebih, pada satu tempat atau lebih, dengan syarat gugurnya tidak berurutan.

 

Contoh :

Sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud di dalam Sunan beliau :

Sulaiman bin Dawud al Mahriy menuturkan kepada kami, dia berkata, Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, dari Yunus bin Yazid dari Ibnu Syihab bahwasannya Umar bin Khattab berbicara di atas mimbar, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya pendapat itu hanya didapat dari Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam karena Allah Ta’ala yang memberikannya, sedangkan pendapat kita adalah persangkaan dan memberatkan diri (saja).”

Imam Mundziriy berkomentar, “sanadnya munqathi’ (terputus), az Zuhriy (yakni Ibnu Syihab) tidak berjumpa dengan Umar, dengan begitu sanadnya tidak bersambung.[2]

Allohu a’lam.


[1] At Ta’liqat al Atsariyah [34]

[2] ‘Aunul Ma’bud, syarah Sunan Abu Dawud.

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

One response »

  1. […] Syaikh Ali bin Hasan al Halabiy hafidzahullah berkata[1] : […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s