JUDUL KITAB : AL QAWA’ID AL FIQHIYYAH (القواعد الفقهيّة)

PENULIS : SYAIKH ‘ABDURROHMAN IBN NASHIR AS SA’DIY RAHIMAHULLAH

 

بسم الله الرّحمٰن الرّحيم

الحمد لله العلِيّ الأرفق        وجامع الاشياء والمُفرّقٍِ

“Segala puji bagi Allah Yang Maha Tinggi, Maha Memberi manfaat; Yang mengumpulkan dan memisahkan segala sesuatu”

Penjelasan :

Alhamdu (الحمد) bermakna pujian kepada Allah Ta’ala atas kesempurnaan sifat dan nikmatNya, kemurahanNya serta keindahan hikmahNya, karena Dia adalah pemilik nama-nama, sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan yang sempurna. Tidak ada satupun dari nama-namaNya yang tercela, bahkan semuanya adalah nama-nama yang terbaik. Tidak ada satupun dari sifat-sifatNya yang bersifat kurang dan cela, bahkan semuanya adalah sifat yang sempurna dari segala sisinya. Dialah Allah Ta’ala pemilik perbuatan yang baik, karena segala perbuatanNya adalah adil dan ihsan. Maka Dia terpuji  dengan pujian yang paling sempurna dan paripurna.

Allah (الله) bermakna yang disembah, yaitu yang berhak disembah dan diibadahi dengan segala macam bentuk ibadah, dan tidak boleh disekutukan dengan suatu apapun.

Al ‘Aliy (العلِيّ) bermakna Dzat yang Maha Tinggi secara mutlak dan sempurna dari semua sisi; Maha Tinggi dzatNya (علوّ الذات), Maha Tinggi kekuasaaNya (علوّ القدر) dan Maha Tinggi PemaksaanNya (علوّ القهر).

Al Arfaq (الأرفق) bermakna Yang Maha Lembut dalam perbuatanNya. Maka semua perbuatan (الافعال) Allah bersifat lembut sesuai dengan kemaslahatan dan hikmah dariNya. Allah Ta’ala sungguh telah menampakkan kepada hamba-hambaNya bekas-bekas kelemah-lembutanNya yang menunjukkan kesempurnaanNya serta kesempurnaan hikmahNya; sebagaimana penciptaan langit dan bumi beserta apa-apa yang ada di antara keduanya dalam waktu enam masa, padahal Allah mampu untuk menciptakan semua itu danya dalam sekejap. Begitu pula penciptaan manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam, Dia ciptakan satu per satu sehingga sempurna, padahal Allah mampu menciptakan semua itu dalam sekejap saja. Akan tetapi Dialah Allah yang Maha Lembut lagi Maha Bijaksana.

Sebagaimana Allah Ta’ala mampu untuk memberikan petunjuk kepada orang-orang yang tersesat, akan tetapi hikmah dariNya menetapkan kesesatan mereka, sebagai bentuk keadilan Allah dan bukan kedzaliman dariNya. Pemberian iman dan hidayah adalah semata-mata anugerahNya. Bila Allah tidak menghendaki hal itu atas seseorang, maka Allah tidak dianggap dzalim.

Barangsiapa yang memahami pokok yang agung ini maka akan hilang darinya kemusykilan tentang nama dan sifat-sifat Allah. Dia akan menempatkan nama-namaNya sesuai dengan tempatnya yang layak.

Yang mengumpulkan dan memisahkan segala sesuatu (وجامع الاشياء والمُفرّقٍِ) : bahwasannya Allah Ta’ala mengumpulkan sesuatu dan memisahkan yang lainnya. Seperti Allah mengumpulkan makhlukNya dalam hal penciptaan dan pemberian rizki, kemudian Allah membedakan di antara mereka dalam hal bentuk, rupa, panjang dan pendek, hitam dan putih, baik dan buruk dan sifat-sifat yang lainnya.

ذي النعم الواسعة الغزيرة       والحِكم الباهرة الكثيرة

“(Dzat) yang memiliki anugerah yang luas dan melimpah; serta hikmah yang banyak lagi bersinar”

Penjelasan :

Hal ini menunjukkan luasnya anugerah Allah Ta’ala, pemberianNya mencakup kepada seluruh makhlukNya. Tidak satupun makhluk yang tidak mendapatkan anugerahNya, utamanya manusia. Sungguh Allah telah mengutamakan dan memuliakan mereka, menundukkan bagi mereka apa yang ada di langit dan di bumi, menyempurnakan nikmat-nikmatNya baik yang nampak maupun yang tersembunyi yang tidak terhitung banyaknya.

Allah Ta’ala berfirman :

وإن تعدّوا نعمة الله لا تحصوها إن الله لغفور رحيم

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (An Nahl : 18).

Allah Ta’ala ridha dengan orang yang mensyukuri nikmatNya dengan cara memperlihatkan dan membicarakannya, menggunakannya dalam rangkat ketaatan kepadaNya dan tidak menggunakannya untuk bermaksiat.

Serta hikmah yang banyak lagi bersinar (والحِكم الباهرة الكثيرة) : yakni hikmah dari Allah sangatlah banyak yang menyinari akal-akal, menjadikannya terkagum-kagum, karena pada seluruh makhlukNya terdapat hikmah yang sangat agung.

Siapa saja yang merenungkan keadaan alam ini, bumi, langit, bulan, bintang, hewan, tumbuhan, gunung, lautan dan makhluk yang lainnya, niscaya akan dia dapati fenomena yang amat menakjubkan. Dan cukuplah bagi seseorang untuk memperhatikan keadaan dirinya sendiri, apabila dia lihat anggota tubuhnya maka dia akan mengetahui bahwa setiap anggota badannya memiliki tempat yang pas sesuai dengan fungsinya.

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s