Al Qawa’idAl Fiqhiyyah (القواعد الفقهيّة)

Penulis : Syaikh ‘Abdurrahman Ibn Nashir As Sa’diy rahimahullah

وضِدُّه تزاحُم المَفاسِد       يُرْتكَبُ الأدْنَي مِن المَفاسِد

Sebaliknya, bila sejumlah mafsadat berbenturan maka diutamakan yang paling ringan mafsadatnya.

Penjelasan[1] :

Mafasid (kerusakan) : bisa haram atau makruh.

Apabila seseorang dihadapkan pada dua pilihan yang jelek, maka diambil yang paling ringan kerusakannya.

Apabila salah satunya haram dan yang lainnya makruh, maka dikerjakan yang makruh. Maka memakan sesuatu yang masih diragukan keharamannya lebih didahulukan daripada memakan sesuatu yang pasti haramnya.

Apabila keduanya haram atau keduanya makruh, maka yang dikerjakan adalah yang paling ringan keharamannya atau kemakruhannya.

Catatan : Kondisi di atas semuanya hanya dalam kondisi darurat !!

Allohu a’lam.


[1] Penjelasan diambil dari syarah Syaikh as Sa’diy sendiri.

Iklan

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s