Bantahan Terhadap Syubhat Syi’ah

Para pembaca majalah Qiblati tidak mengetahui bahwa sepanjang tahun-tahun yang lalu senantiasa sampai kepada majalah Qiblati banyak sms cacian dari orang-orang Syi’ah untuk kami, para sahabat, ummahatul mukminin dan kepada ahlussunnah wal jama’ah. Kala itu kami tidak membantahnya demi hidayah mereka, akan tetapi setelah mereka berkembang, dan secara terang-terangan menyatakan kekufuran, dan kebinasaan wanita suci Ummul Mukminin ‘Aisyah Radiallahu Anha, maka kami pun memutuskan untuk menerbitkan protes dan syubhat-syubhat mereka yang telah sampai pada bulan-bulan yang lalu, agar manusia mengetahui pikiran-pikiran, dan keyakinan mereka, dan pada hari ini, kami akan menjawab beberapa darinya:

Syubhat: Assalamu’alaikum. Mudah-mudahan majalah Qiblati bersedia membahas soal-soal yang ada dalam mazhab syi’ah secara obyektif sehingga tidak terjebak untuk menciptakan permusuhan dengan sesama muslim, karena kebencian berlebihan itu benar-benar menggelapkan hati dan menghancurkan martabat diri sendiri! (Ibnu Muhammad, Gresik)

Jawab: Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.

Sesungguhnya majalah Qiblati telah siap, bukan untuk membahas permasalahan Syi’ah saja, dan ini akan kami lakukan dengan izin Allah, dan dimulai edisi ini. Akan tetapi majalah Qiblati siap untuk berdialog dengan para ulama mereka, agar tidak ada seorang pun yang menuduh bahwa kami tidak membuka kesempatan bagi mereka untuk membantah dan membela aqidah mereka. Maka apakah ada di antara mereka yang berani untuk maju? Saya mengangankannya, dan kami menunggu. Demikian pula kami berharap agar Anda membantu kami untuk menemukan satu orang Syi’ah yang mampu masuk dalam dialog ilmiah, dan bagi Anda segenap ucapan syukur.

Syubhat: Islam itu sangat kaya akan hujjah-hujjah kebenaran yang teramat kokoh dan cemerlang sehingga tidak memerlukan caci maki dan fitnah-fitnah kebencian untuk melemahkan lawan-lawannya. Lalu mengapa ada sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam bekerja siang dan malam hanya untuk menista sesama muslim melalui cara-cara keji menjijikkan? Inikah akhlak yang pernah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam? Apakah majalah Qiblati ingin meniru gaya media-media kafir dajjal yang dengan gampang, tanpa perasaan dan tanpa tanggung jawab telah menjungkir balikkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan? Inna lillah… ya Rabb.

Jawab: Sesungguhnya majalah Qiblati telah disaksikan dengan adab dan kebaikan akhlak serta baiknya perlakuan terhadap orang-orang kafir, maka bagaimana pula perlakuannya terhadap sesama kaum muslimin yang Anda klaim bahwa kami menyibukkan diri untuk mencaci maki mereka, mudah-mudahan Allah memberikan hidayah dan memperbaiki Anda.

Bukanlah Qiblati yang mengikuti jalannya orang-orang kafir dan Dajjal, akan tetapi yang mengikuti jalannya orang-orang kafir dan Dajjal adalah orang yang melaknat dan mengkafirkan para sahabat, serta mencaci maki Ummahatul Mukminin, dan berkeyakinan bahwa al-Qur`an muharraf (diubah-ubah, tidak asli), menuhankan para imam mereka, serta menjadikan mereka memiliki sifat Sang Pencipta, wal’iyadzu billah. Mereka berdo’a kepadanya, selain Allah, serta menghalalkan apa yang diharamkan Allah, dan mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah. Sesungguhnya saya berikan nasihat kepada Anda, agar Anda bisa menemukan orang yang mampu masuk dalam dialog ilmiah bersama majalah Qiblati. Dan Anda akan tahu setelahnya, agama apakah yang Anda ikuti. Kami memohon hidayah kepada Allah untuk Anda.

Syubhat: Mana yang lebih agung, firqah ASWAJA atau dienul Islam?

Jawab: Anda tidak bagus dalam memilih pertanyaan, karena pertanyaan tersebut seharusnya: ‘Kelompok manakah yang mencerminkan agama Islam?’ Maka jawabannya dengan segenap kemudahan: ‘Mereka adalah Ahlussunnah waljama’ah”. Kami memohon hidayah kepada Allah untuk Anda.

Syubhat: Sesama muslim tidak boleh mengkafirkan saudaranya karena kalau tuduhannya salah maka tuduhan itu akan kembali kepada orang yang melontarkan tuduhan tersebut.

Jawab: Saya tidak tahu apakah Anda menguasai ucapan Anda ini ataukah Anda berbicara tanpa ilmu dan tanpa pemahaman. Jika tidak, maka siapakah yang telah mengkafirkan Abu Bakar, Umar, ‘Utsman, para sahabat terbaik, dan ummahatul mukminin? Ahlussunnah ataukah Syi’ah? Siapakah yang menghukumi murtadnya mayoritas para sahabat? Ahlussunnah ataukah Syi’ah? Siapakah yang mencaci dan mengkafirkan Ummahatul Mukminin? Ahlussunnah ataukah Syi’ah?

Kemudian, siapakah yang mengkafirkan setiap orang yang tidak beriman dengan imamah (kepemimpinan Ali dan keturunannya)? Al-Majlisi dalam Biharul Anwar (8/366) berkata, ‘Berkata syaikh al-Mufid Qaddasallahu ruhahu, dalam kitab al-Masa`il, ‘Imamiah telah sepakat bahwa orang yang mengingkari keimamahan satu orang dari para imam, dan menolak apa-apa yang diwajibkan oleh Allah baginya, dari kewajiban untuk taat, maka dia kafir sesat berhak kekal dalam api nereka.’ Dia juga berkata pada tempat lain, ‘Imamiah sepakat bahwa seluruh pelaku bid’ah adalah kafir, dan wajib bagi imam untuk meminta mereka bertaubat saat berkuasa setelah mendakwahi mereka dan menegakkan penjelasan atas mereka, jika mereka bertaubat dari bid’ah mereka dan kembali kepada kebenaran (maka  selesai), jika tidak (mau bertaubat), maka dia harus membunuhnya karena kemurtadan mereka dari iman dan bahwa orang yang mati di antara mereka di atas bid’ah itu, maka dia termasuk penghuni neraka.’

Keyakinan tersebut, yaitu bahwa setiap ahlussunnah, dan selain mereka adalah orang-orang kafir, lagi berhak kekal di dalam api neraka. Maka sekarang, siapakah mereka orang-orang yang sesat, dan tukang mengkafirkan? Kami, ahlussunnah, ataukah Syi’ah?

Riwayat ini saya hadiahkan kepada setiap da’i yang mengajak kepada pendekatan dan toleransi terhadap Syi’ah, saya hadiahkan kepada setiap orang yang tidak mengetahui hakikat sebenarnya, saya hadiahkan kepada setiap ulama Indonesia yang mereka semua –menurut syiah– adalah orang-orang kafir, lagi berhak kekal dalam api neraka berdasarkan nash riwayat ini dan riwayat-riwayat yang lain. Bahkan, menurut Syi’ah, bahwa setiap ahlussunnah waljama’ah adalah anak-anak hasil zina sebagaimana ditunjukkan oleh kitab-kitab induk mereka… Kemudian setelah ini, kita akan menemukan orang yang membela agama ini dengan kebodohan. Kami memohon kepada Allah hidayah bagi kami dan juga bagi mereka.

Syubhat: Apakah majalah Qiblati merupakan TAKFIRY AGENCY, yang kerjanya suka mengkafir-kafirkan orang-orang Islam yang berbeda pandangan ideologi keagamaan?! Apakah majalah Qiblati benar-benar telah memiliki rumus aqidah islamiah yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah? Jawablah dengan baik jika kalian adalah muslim yang baik! Terima kasih.

Jawab: Pertama, kami menantang Anda untuk menetapkan bahwa majalah Qiblati pernah mengkafirkan satu orang muslim.

Kedua, telah nyata, bahwa pada diri Anda terdapat kelemahan dalam memahami agama ini, rukun, kaidah, dan ushulnya. Karena Anda mengungkapkan bahwa  sekedar mengkafirkan para sahabat, dan ummahatul mukminin serta ucapan al-Qur`an muharraf, keyakinan bahwa orang yang mengingkari imamah adalah kafir serta berhak kekal di dalam api neraka adalah bagian dari masalah khilafiyah yang tidak mengharuskan perpecahan?! Akal dan logika mana yang Anda gunakan?! Kami memohon hidaya bagi kami dan bagi Anda.

Syubhat: Siang dan malam laknat Allah turun menimpa komplotan munaafiqiin yang menjadikn Al-Qur`an dan sunnah sebagai topeng! Mereka memfitnah segolongan manusia demi mendapatkan nikmat dunia yang sesaat! Laknatullaahi ‘aladzdzaalimiin! Celakalah manusia yang menjadikan egonya sebagai sesembahan, tetapi lidah dan pena kalian sibuk menjual kalimat-kalimat kebenaran yang bercampur aduk dengan kebatilan fitnah! Adakah majalah Qiblati ingin kembali bernurani? Adakah tahta kemunafikan itu membawa kepada ketenteraman jiwa? Ataukah kejujuran akan segera hadir menghidayahi kru majalah Qiblati? Cukuplah Allah, Rasul dan orang-orang mukmin menjadi saksi! Qul haatuu burhaanakum inkuntum shaadiqiin! Al-Qur`an dan Sunnah tidak salah tapi nalar manhaj kalian yang salah, baik dari sisi tashawwur maupun mishdaqnya. Terbuka terhadap koreksi bukanlah hina (Ibnu Muhammad, Gresik)

Jawab: Kami hargai kemarahan Anda karena terbitanya majalah Qiblati edisi 12 tahun kelima yang telah mengungkap skandal kalian, dan tidak diragukan lagi bahwa skandal tersebut telah menjelaskan kepada manusia apa yang mereka inginkan untuk disembunyikan. Saya akan mengesampingkan segala ungkapan buruk Anda, karena pengetahuan saya, bahwa Anda bukan hanya bodoh terhadap aqidah ahlussunnah waljama’ah, namun juga bodoh terhadap aqidah Syi’ah. Jika tidak, maka argumentasi Anda dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

 

قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (١١١)

“Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar”.” (QS. Al-Baqarah (2): 111) adalah sebuah kebaikan dari Anda, oleh karena itulah kami memohon kepada Anda untuk memberikan bukti Anda dari al-Qur`an yang mulia dengan nash muhkam (pasti) atas kewilayahan Ali dan para imam setelahnya?!!

Kami memohon kepada Anda untuk memberikan kepada kami satu saja dalil muhkam dari al-Qur`an yang mulia akan kafirnya ‘Aisyah Radiallahu Anha??!!

Kami memohon kepada Anda untuk memberikan kepada kami satu saja dalil muhkam dari al-Qur`an yang mulia akan kafirnya Abu Bakar, Umar, Utsman, dan sahabat-sahabat yang lain Radiallahu Anhu??!!

Kami memohon kepada Anda untuk memberikan kepada kami satu saja dalil muhkam dari al-Qur`an yang mulia bahwa orang yang mengingkari imamah adalah kafir?!

Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan memanjang, hanya saja kami mencukupkan diri dengan keempat pertanyaan ini, seandainya Anda mampu, dan juga seluruh ulama Anda di Indonesia, atau yang lainnya untuk menjawab satu saja dari pertanyaan tersebut maka saya akan mengumumkan ke-Syi’ah-an saya, dan waktunya terserah Anda.

Jawaban atas satu pertanyaan dari pertanyaan ini akan menjelaskan kepada manusia apa sebenarnya manhaj kalian, dan apa manhaj Qiblati. Maka janganlah cemas hakikat itu akan tersingkap. Dan pasti akan tersingkap sekalipun setelah beberapa masa, sekalipun hakikat kalian mulai tersingkap bagi manusia, dan ini adalah sebuah karunia dari Allah.

Syubhat: Allah merahmati orang-orang mukmin (termasuk para sahabat yang benar-benar beriman dan ridho atas ketetapan-ketetapan Allah dan RasulNya) yang mencintai Nabi dan Ahlul Baitnya yang suci. Allah merahmati setiap mukmin yang berlepas diri dari musuh-musuh Ahlul Bait. Allah, Rasulullah dan Ahlul Baitnya serta orang-orang Mukmin melaknati siapa saja yang menyelisihi RISALAH SUCI MANUSIA-MANUSIA PILIHAN YANG SUCI.   Memuja / mema`shumkan / mengkultuskan sahabat-sahabat yang bermasalah adalah buah dari pemikiran sesat yang membodohi diri sendiri dan orang lain! Aqidah yang sahih adalah aqidah yang dapat memberikan pencerahan pemikiran! Bukan dogma-dogma irrasional yang membawa manusia ke ruang-ruang gelap kebenaran palsu (..yukhrijuhum minan-nuuri ilazhzhulumaat!)

Jawab: Sesungguhnya tipuan Anda kepada manusia tidak akan terus berjalan lama, topeng yang Anda sekalian pakai atas nama cinta kepada ahlul bait adalah pada dasarnya dalam rangka mencaci para sahabat Radiallahu Anhu, sebagaimana jelas pada ucapan Anda. Juga dalam rangka mencaci kehormatan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan al-Qur`an yang mulia.

Permasalahannya bukanlah pada kecintaan kepada ahlul bait, karena kami semua mencintai mereka, akan tetapi permasalahannya adalah kedustaan atas nama mereka, serta penciptaan riwayat palsu atas nama mereka, serta penciptaan agama baru atas nama mereka.

Biarlah kami sekarang menerima, bahwa Syi’ah adalah orang yang mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya, dan bahwa ahlussunnah yang mengeluarkan manusia dari cahaya kepada kegelapan. Maka jika perkara itu demikian, kami ingin jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini:

Apakah Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan agamanya untuk menjadi hidayah bagi seluruh manusia ataukan agama yang diwarisi oleh AliRadiallahu Anhu dan keturunannya setelahnya, kemudian bersembunyi bersama imam kedua belas –Al-Mahdi al-Muntazhar yang diklaim- di goa itu?!

Siapakah yang mengumpulkan al-Qur`an yang mulia, para sahabat Radiallahu Anhu ataukah ahlul bait?!

Siapakah yang berdalil dengan al-Qur`an yang mulia atas aqidahnya, ahlussunnah, ataukah Syi’ah?!

Jika Anda mengatakan Syi’ah, bahwa merekalah yang mengambil dalil atas aqidah-aqidah mereka dari al-Qur`an yang mulia, maka kami memohon agar Anda memberikan satu saja dalil muhkam dari al-Qur`an yang mulia tentang kema’shuman para imam, tentang kedua belas nama itu sebagai imam, dan tentang kekuasaan mereka untuk berbuat di alam semesta ini?!

Bersamaan dengan pengetahuan saya akan ketidakmampuan Anda untuk menjawab, sekalipun atas satu pertanyaan dari pertanyaan-pertanyaan ini, maka saya akan umumkan ke-Syi’ah-an saya seandainya ada satu orang dari ulama Anda sekalian yang mampu menjawab satu pertanyaan itu saja.

Syubhat: Syiah asli, syiah imam 12, takkan terguncang oleh  skandal sex kawin mut’ah, bukan Rasul yang mengharam-haramkan mut’ah, bagaimana dengan sekandal sek kholid bin walid dimasa Abu Bakar, Abu Bakar dan Umar berselisih di dalam menghakimi. (kritikan) +6281***86****

Jawab: Saya hadiahkan pertanyaan Anda ini kepada setiap ulama, dan mereka yang bertanggung jawab di Indonesia, agar mereka mengetahui tabiat dakwah Syi’ah di negeri mereka yang berdiri di atas pengajaran doktrin manusia untuk mencaci makhluk Allah yang terbaik setelah para Nabi, dan mereka adalah para sahabat Radiallahu Anhu, maka merekapun menuduh seorang sahabat yang mulia dengan tuduhan zina, wal’iyadzubillah. Maka apakah Anda semua ridha dengan ini wahai ulama Indonesia, para kyai, dan para ustadz?!!

Syubhat: Ahlaq Aisyah + Hafsah Q.S.66:3,4,5[4]. Di masa Imam Ali, Aisyah naik onta memerangi Imam Ali, dalam peperangan pasti ada yang kafir Q.S.2:253[5]. Adillah dalam menyebar berita. +6281***86****

Jawab: Kami hadiahkan juga ucapan Anda ini kepada para pembaca majalah Qiblati, juga kepada seluruh kaum muslimin secara umum di Indonesia, agar mereka mengetahui hakikat aqidah kalian yang rusak, juga kesesatan Anda sekalian yang nyata. Anda telah memutuskan dua perkara gawat yang dengan keduanya, orang-orang sesat telah melalaikan Anda karena sibuk dengan kebodohan dan sedikitnya ilmu Anda.

Pertama, Anda mengatakan bahwa ‘Aisyah Radiallahu Anha yang Anda tidak mengucapkan radhiyallahu anhakepadanya, telah keluar untuk memerangi Ali Radiallahu Anhu. Maka ini tidak benar, karena dia keluar untuk mendamaikan dua kelompok yang bertikai dengan sifatnya sebagai Ummul Mukminin. Dan keluarnya beliau kala itu adalah dengan permintaan sejumlah para sahabat, karena pengetahuan mereka akan penghormatan seluruh kaum muslimin kepadanya. Seandainya Anda menguasai sedikit ilmu, pastilah Anda akan mengetahui bahwa beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak akan keluar untuk membunuh ‘Ali Radiallahu Anhu, atau lainnya. Karena dia keluar tanpa pengawalan pasukan mana pun. Dimana beliau keluar dengan disertai sejumlah para sahabat –mudah-mudahan Allah meridhai mereka semua, dengan tujuan perdamaian dan menyelesaikan fitnah. Kami memohon kepada Allah hidayah bagi kami dan Anda.

Kedua; Anda memutuskan bahwa berdasarkan keluarnya ‘Aisyah untuk memerangi ‘Ali Radiallahu Anhu mengharuskan salah satu di antara keduanya kafir, dan Anda menyimpulkan bahwa ‘Aisyah Radiallahu Anha kafir, wal’iyadzubillah. Ini adalah sebuah kebodohan dari Anda, juga dari orang-orang Syi’ah terhadap al-Qur`an yang mulia. Karena tidaklah dua pihak yang berperang mengharuskan salah satu dari pihak itu kafir berdasarkan nash al-Qur`an yang mulia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 

وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا

“dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! …” (QS. Al-Hujurat (49): 9)

Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menamakan dua kelompok yang berperang adalah orang-orang mukmin.

Termasuk juga tidak mungkin bagi Anda untuk menjadikan Ali Radiallahu Anhu sebagai orang kafir, maka pastilah, dengan kandungan ucapan Anda ingin menadikan ‘Aisyah Radiallahu Anha adalah wanita kafir,wal’iyadzu billah. Dan ini adalah sebuah hadiah juga, yang kami berikan kepada para penanggung jawab, dan para ulama di Indonesia, agar mereka bisa melihat diri mereka, bagaimana Anda mengkafirkan Ummul Mukminin, istri sang kekasih, penghulu kami, Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam di negeri mereka. Kami menginginkan bagi setiap orang yang cemburu untuk mengetahui hakikat dakwah kaum yang menggunakan semboyan cinta kepada ahlul bait demi menyebarkan kebencian terhadap para sahabat di antara manusia. Maka apakah Anda sekalian ridha dengan yang demikian wahai umat Islam Indonesia, sementara  Anda sekalian dikenal dengan kecintaan kalian kepada seluruh para sahabat Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan Ummahatul Mukminin?!!

Adapun ayat yang Anda berdalil dengannya atas kekufuran salah satu dari keduanya, maka itu bukan pada tempatnya. Saya tidak tahu apakah Anda memahami bahasa Arab ataukah tidak.

Sesungguhnya tafsir ayat yang Anda jadikan sebagai dalil adalah bahwa seandainya Allah menginginkan, maka umat-umat yang telah datang setelah para Rasul itu tidak akan berperang, setelah datang hujjah yang terang, dan bukti yang jelas, yang datang bersama Rasul-rasul mereka. Seandainya Allah Subhanahu wa Ta’ala mau, mereka tidak akan bertikai, tidak akan berselisih, dan tidak akan berperang. Pastilah Allah menjadikan mereka sepakat untuk mengikuti para rasul. Akan tetapi Allah tidak menghendaki hidayah mereka, karena perselisihan mereka dalam agama, dan terpecahnya madzhab dan hawa nafsu mereka. Maka di antara mereka ada yang tetap di atas keimanan, di antara mereka ada yang menentang lagi kufur. Seandainya Allah menghendaki, pastilah akan menjadikan manusia seperti tabiat para malaikat, tidak bertikai dan tidak akan berperang. Akan tetapi Allah adalah Dzat Yang Maha Hakim (Bijaksana), Dia melakukan apa yang di dalamnya ada maslahat, semua itu berdasarkan Qadha` dan Qodar Allah. Dialah Dzat yang kuasa untuk berbuat apa yang Dia kehendaki.

Jadi, bisa diperhatikan dari tafsir tersebut, bahwa perkara itu berkaitan dengan keimanan. Biar bagaimanapun, Anda telah meletakkan ayat tersebut pada yang bukan tempatnya, dan itu bukanlah suatu yang aneh, memang demikianlah ulama-ulama sesat, menyesatkan para pengikutnya seperti Anda, dan membuat mereka lalai. Maka menjadilah manusia itu musuh dirinya sendiri tanpa dia sadari. Kami memohon kepada Allah hidayah bagi kami dan Anda. (AR)*

sumber : http://qiblati.com/jawaban-syubhat-kristiani-dan-syiah.html

——–

[4] Yaitu firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

 

< ![endif]–>

وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَى بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًا فَلَمَّا نَبَّأَتْ بِهِ وَأَظْهَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ عَرَّفَ بَعْضَهُ وَأَعْرَضَ عَنْ بَعْضٍ فَلَمَّا نَبَّأَهَا بِهِ قَالَتْ مَنْ أَنْبَأَكَ هَذَا قَالَ نَبَّأَنِيَ الْعَلِيمُ الْخَبِيرُ (٣)إِنْ تَتُوبَا إِلَى اللَّهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوبُكُمَا وَإِنْ تَظَاهَرَا عَلَيْهِ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ مَوْلاهُ وَجِبْرِيلُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمَلائِكَةُ بَعْدَ ذَلِكَ ظَهِيرٌ (٤)

“Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang isterinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafsah) menceritakan Peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (pembicaraan Hafsah dan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafsah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu (Hafsah) bertanya: “Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?” Nabi menjawab: “Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula. jika Nabi menceraikan kamu, boleh Jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.” (QS. At-Tahrim (66): 3-4)

[5] Yaitu firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

< ![endif]–>

تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ مِنْهُمْ مَنْ كَلَّمَ اللَّهُ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَاتٍ وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا اقْتَتَلَ الَّذِينَ مِنْ بَعْدِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَلَكِنِ اخْتَلَفُوا فَمِنْهُمْ مَنْ آمَنَ وَمِنْهُمْ مَنْ كَفَرَ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا اقْتَتَلُوا وَلَكِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ (٢٥٣)

“Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat Dia dengan Ruhul Qudus. dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah Rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.” (QS. Al-Baqarah (2): 253)

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s