Oleh : Syaikh Shalih Fauzan

Pertanyaan :

Apakah membaca Al-Qur’an dengan mushaf lebih utama daripada membacanya dengan hafalan? Mohon faidahnya.

Jawab :

Apabila membaca Al-Qur’an di luar shalat maka lebih utama dengan mushaf karena lebih dekat kepada ketepatan dan hafalan, kecuali apabila bacaannya dengan hafalan lebih terjaga dan lebih khusyu’ maka hendaknya dia baca dari hafalannya.

Adapun di dalam shalat maka yang lebih utama adalah membaca dengan hafalannya. Demikian karena jika dia membacanya dari mushaf maka dia akan bolak-balik memegang mushaf, membalik halamannya, melihat huruf-hurufnya. Begitu pula dia tidak bisa meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya di dadanya di saat berdiri shalat. Terkadang juga ketika ruku’ dan sujud dia tidak dapat merenggangkan –tangan- karena mengempit mushaf di ketiaknya. Oleh karenanya kami merajihkan orang yang shalat membaca Al-Qur’an dengan hafalannya, bukan dengan membaca mushaf.

Kami telah menyaksikan sebagian makmum membawa mushaf di belakang imam. Mereka mengikuti bacaan imam padahal ini tidak dianjurkan disebabkan hal-hal yang telah kami sebutkan. Juga karena tidak ada perlunya, mereka hanya harus mengikuti imam. Kecuali apabila imam tidak memiliki hafalan yang baik kemudian dia berkata kepada salah seorang makmum : “shalatlah di belakangku dan ikutilah –bacaanku- dengan mushaf, betulkan kalau aku keliru”. Yang demikian ini tidak mengapa.

arabic :

 16 ـ هل القراءة من المصحف أفضل من القراءة عن ظهر قلب‏؟‏ نرجو الإفادة‏؟‏ 
أما من جهة قراءة القرآن في غير الصلاة فالقراءة من المصحف أولى، لأنه أقرب إلى الضبط وإلى الحفظ إلا إذا كانت قراءته عن ظهر قلب أحفظ لقلبه وأخشع له فليقرأ عن ظهر قلب‏.‏
وأما في الصلاة فالأفضل أن يقرأ عن ظهر قلب وذلك لأنه إذا قرأ من المصحف فإنه يحصل له عمل متكرر في حمل المصحف وإلقائه وفي تقليب الورق وفي النظر إلى حروفه، وكذلك يفوته وضع اليد اليمنى على اليسرى على الصدر في حال القيام، وربما يفوته التجافي في الركوع والسجود إذا جعل المصحف في إبطه، ومن ثَمَّ رجحنا قراءة المصلي عن ظهر قلب على قراءته من المصحف‏.‏
هذا وبعض المأمومين نشاهدهم خلف الإمام يحملون المصحف يتابعون قراءة الإمام وهذا أمر لا ينبغي لما فيه من الأمور التي ذكرناها، ولأنه لا حاجة بهم إلا أن يتابعوا الإمام‏.‏ نعم لو فرض أن الإمام ليس بجيد الحفظ وقال لأحد المأمومين‏:‏ صلِّ ورائي وتابعني في المصحف إذا أخطأت، فرد عليه فإن هذا لا بأس به‏. 

——-

Ref. : Fatawa Syaikh Shalih Fauzan

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s