عن أبي أمامة الباهلي قال – و رأى سكة و شيئا من آلة الحرث فقال : سمعت رسول

الله صلى الله عليه وسلم يقول :

” لا يدخل هذا بيت قوم إلا أدخله الله الذل ” .

Dari Abu Umamah al-Bahiliy, ketika beliau melihat mata bajak dan sebuah alat pertanian, beliau berkata : Saya mendengar Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam bersabda :

“Tidaklah ini –alat pertanian (pent)- memasuki rumah satu kaum melainkan Allah akan memasukkan kehinaan kepadanya.”

{Sahih Bukhari : 2153,Thabaraniy dalam al-Mu’jamul-Ausath : 9169, al-Albaniy Silsilah Ash-Shahihah : 10}

 

Al-Albaniy rahimahullah membawakan penjelasan para ulama berkaitan dengan makna hadist di atas sebagai berikut :

1.  Kehinaan tersebut berupa konsekuensi dari hak-hak tanah yang dipungut oleh penguasa, seperti upeti atau senilai sepersepuluh hasil bumi.

Al-Munawi berkata di dalam Al-Faidh : ini bukanlah celaan terhadap pertanian. Sesungguhnya hal itu terpuji dan mendapatkan pahala karena begitu banyak yang membutuhkan makan darinya. Kehinaan duniawi tidak mesti menyebabkan terhalangnya ganjaran.

Ibnut-Tin berkata : Ini termasuk kabar dari Nabi shallallohu alaihi wa sallam tentang perkara ghaib. Kedzaliman yang dapat disaksikan saat ini kebanyakannya menimpa para petani.

 

2. Makna hadist di bawa kepada orang yang sibuk dengan pertanian, melalaikan kewajibannya seperti berperang dan lainnya. Inilah pendapat Imam Bukhari di mana beliau membawakan hadist ini dalam bab : Peringatan Akan Akibat Dari Sibuk Dengan Alat Pertanian, Atau Melampaui Batasan Yang Diperintahkan.

Sudah dimaklumi bahwa berlebihan di dalam bekerja mencari nafkah akan melalaikan dari mengerjakan kewajiban dan membuatnya tamak kepada dunia, senang tinggal di dalamnya dan berpaling dari berjihad. Sebagaimana hal tersebut nampak pada banyak orang kaya.

Makna kedua ini didukung oleh sabda Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam :

.

” إذا تبايعتم بالعينة ، و أخذتم أذناب البقر و رضيتم بالزرع و تركتم الجهاد

سلط الله عليكم ذلا لا ينزعه حتى ترجعوا إلى دينكم ” .

 

“Jika kalian berjual beli dengan ‘inah (salah satu bentuk riba-pent), kalian memegangi buntut-buntut sapi, kalian ridha dengan pertanian dan kalian tinggalkan jihad maka Allah akan menimpakan kehinaan kepada kalian. Allah tidak akan mencabutnya sampai kalian kembali kepada agama kalian.” {Abu Dawud : 3003, Baihaqi dalam As-Sunanul-Kubra : 5/136}

 

Demikian juga bisa dilihat penjelasan Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul-Bariy (8/120).

Allohu a’lam.

 

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s