عَنْ عَائِذِ بْنِ عَمْرٍو الْمُزَنِيِّ (1) – رضي الله عنه – أَنَّهُ جَاءَ يَوْمَ الْفَتْحِ مَعَ أَبِي سُفْيَانَ بْنِ حَرْبٍ، وَرَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – حَوْلَهُ أَصْحَابُهُ، فَقَالُوا: هَذَا أَبُو سُفْيَانَ، وَعَائِذُ بْنُ عَمْرٍو، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم -: ” هَذَا عَائِذُ بْنُ عَمْرٍو وَأَبُو سُفْيَانَ، الْإِسْلَامُ أَعَزُّ مِنْ ذَلِكَ، الْإِسْلَامُ يَعْلُو وَلَا يُعْلَى ” (2)

_________

(1) كان ممن بايع تحت الشجرة ثبت ذلك في البخاري , وسكن البصرة ومات في إمارة ابن زياد , وله عند مسلم في الصحيح حديثان , فروى مسلم أن عائذ بن عمرو وكان من أصحاب النبي – صلى الله عليه وسلم – دخل على عبيد الله بن زياد فقال: سمعت رسول الله – صلى الله عليه وسلم – يقول: ” إن شر الرعاء الحطمة ” , أنظر الإصابة في معرفة الصحابة – (ج 2 / ص 92)

(2) أخرجه البيهقي في سننه الكبرى ج6/ص206/ح11935 , والدارقطني في سننه ج3/ص252/ح30 , وحسنه الألباني في الإرواء: 1268، وصَحِيح الْجَامِع: 2778

 

Dari ‘Aidz bin ‘Amr al-Muzaniy[1] –semoga Allah meridhainya- bahwasannya pada hari Fathu Makkah dia dan Abu Sufyan mendatangi Nabi shallallohu alaihi wa sallam yang sedang dikelilingi para sahabat beliau. Kemudian mereka berkata : Ini adalah Abu Sufyan dan ‘Aidz bin ‘Amr. Maka Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam bersabda : “

Ini adalah ‘Aidz bin ‘Amr dan Abu Sufyan[i], agama Islam lebih mulia dari hal itu. Islam itu tinggi dan tidak terkalahkan.”[2]

 

Sumber : al-Jami ash-Shahih lis-Sunan wal-Masanid, Shuhaib Abdul Jabbar.


[1] Dia termasuk orang yang berbai’at di bawah “pohon”, hal ini ditetapkan di dalam al-Bukhari. Dia tinggal di Bashrah dan wafat sewaktu pemerintahan Ibnu Ziyad. Dia memiliki dua hadist di dalam Shahih Muslim. Imam Muslim meriwayatkan bahwasannya ‘Aidz bin ‘Amr, seorang sahabat Nabi –shallallohu ‘alaihi wa sallam– mendatangi ‘Ubaidillah bin Ziyad dan berkata : saya mendengar Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya sejelek-jelek pemimpin adalah al-huthamah (yang bengis/kejam)”. Lihat al-Ishabah fi Ma’rifati ash-Shahabah (2/92).

[2] Dikeluarkan oleh al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra (6/206 : 11935), ad-Daruquthni dalam Sunan-nya (3/252 : 30), dihasankan oleh al-Albani dalam al-Irwa’ : 1268 dan dalam Shahihu al-Jami’ : 2778.


[i] Rasulullah mendahulukan penyebutan ‘Aidz daripada Abu Sufyan karena pada saat itu ‘Aidz seorang muslim sedangkan Abu Sufyan masih kafir. Pada kisah ini terdapat pelajaran supaya menyebutkan terlebih dahulu orang yang lebih utama. (Lihat juga Fathul-Bari 4/425). Allohu a’lam.

About Abu Abdirrohman

Abu Abdirrohman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s